- IHSG 2025 melonjak 22,10% ke level 8.644, cetak rekor tertinggi sepanjang masa.
- Investor pasar modal tembus 20,3 juta SID; kapitalisasi pasar raih Rp16.000 triliun.
- Pasar menanti kehadiran Presiden Prabowo di pembukaan BEI 2026 sebagai sinyal dukungan.
Suara.com - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan performa yang luar biasa. Meski sempat tertekan di awal tahun akibat dinamika global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan mencatatkan penguatan sebesar 22,10% secara year-to-date (YTD), bertengger di level 8.644,26 pada penutupan Senin (29/12).
Keberhasilan ini menjadi sorotan, mengingat IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) di level 8.710,69 pada awal Desember. Pencapaian ini diraih di tengah absennya Presiden Prabowo Subianto pada seremoni pembukaan perdagangan awal tahun lalu, yang kala itu diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Analis pasar modal, Hans Kwee, menilai bahwa kehadiran kepala negara memang memiliki makna simbolik yang kuat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap industri keuangan. Namun, ia menekankan bahwa motor utama penguatan pasar adalah fundamental dan persepsi risiko yang membaik.
“Pasar sempat mengalami trading halt pada Maret akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Namun, seiring berjalannya waktu, investor melihat peluang jangka panjang karena komunikasi ekonomi domestik yang lebih transparan,” ujar Hans, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, stabilitas saham berkapitalisasi besar (big caps) dan optimisme terhadap perbaikan kebijakan menjadi pendorong utama IHSG beranjak dari kisaran 7.100 di awal tahun menuju level rekor saat ini.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pertumbuhan masif dari sisi partisipasi masyarakat dimana Total Single Investor Identification (SID) menembus 20,32 juta, dengan investor saham mencapai 8,59 juta, kapitalisasi pasar mencapai Rp16.000 triliun, atau setara sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan rata-rata nilai transaksi harian mencetak rekor baru di angka Rp18,06 triliun.
Kini, mata pelaku pasar tertuju pada seremoni pembukaan perdagangan BEI tahun 2026. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto secara langsung dinilai sangat dinantikan sebagai sinyal politik dan ekonomi yang kuat.
Partisipasi aktif pemimpin negara dianggap mampu menjaga momentum positif dan mempertegas peran pasar modal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Para investor berharap arah kebijakan tahun depan semakin jelas guna mempertahankan tren bullish yang telah terbangun sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali