- IHSG ditutup menguat 1,17 persen pada Jumat, 2 Januari 2026, didorong sektor transportasi, sementara sektor keuangan terkoreksi.
- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.725 per dolar AS di pasar spot karena penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang Asia.
- Indikator teknikal mengindikasikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 8.800, berdasarkan Stochastic RSI dan MACD.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan kinerja positif, di mana ditutup menguat pada, Jumat, 2 Januari 2026.
Phintraco Sekuritas mengungkakan, IHSG mengakhiri sesi di level 8.748, naik 1,17 persen. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan signifikan saham-saham sektor transportasi, yang menjadi sektor dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari ini.
Sebaliknya, sektor keuangan mencatatkan koreksi terdalam dan menjadi penahan laju indeks.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp16.725 per dolar AS di pasar spot pada Jumat (2/1). Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI IHSG masih melanjutkan penguatan di area pivot. Kondisi ini diperkuat oleh penyempitan histogram negatif MACD yang berlanjut, serta peningkatan volume beli di pasar reguler.
Dengan sinyal teknikal tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dan berpotensi menuju level tertinggi baru dengan menguji level psikologis 8.800. Adapun level support berada di 8.600, pivot di 8.700, dan resistance di 8.800.
Dari sisi makroekonomi, Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tercatat turun ke level 51,2 pada Desember 2025 dari 53,3 pada November 2025, serta berada di bawah estimasi 53,6.
Meski melemah, indeks ini masih menunjukkan ekspansi sektor manufaktur selama lima bulan berturut-turut. Perlambatan dipicu oleh pertumbuhan pesanan baru yang melambat, meski tetap berada di zona ekspansi.
Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan dan inflasi, yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG selanjutnya.
Baca Juga: Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan mencapai Rp 276 triliun, dengan Rp 75 triliun di antaranya telah ditarik untuk kebutuhan belanja rutin kementerian dan lembaga.
Penarikan dana ini dilakukan karena dampak kebijakan terhadap pertumbuhan kredit perbankan masih di bawah estimasi.
Phintraco Sekuritas mencatat pertumbuhan kredit perbankan masih stabil di kisaran 7 persen, yang diperkirakan dipengaruhi oleh suku bunga kredit perbankan yang masih bertahan di sekitar 8,96 persen per November 2025, meskipun BI Rate berada di level 4,75 persen.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 48,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,07 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 508 saham bergerak naik, sedangkan 206 saham mengalami penurunan, dan 244 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal
-
KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun
-
Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK
-
Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Minta Tukang Goreng Saham Ditangkap
-
Ambisi Swasembada Gula 2026: Target Bongkar Raton 100 Ribu Hektare Terganjal Masalah Bibit
-
Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius
-
Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026
-
Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun
-
Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG Selama Libur Nataru 2026
-
Purbaya Prihatin TNI Hanya Dikasih Nasi Bungkus saat Atasi Banjir Sumatra, Layak Diberi Upah