- Rupiah melemah 0,23 persen pada 2 Januari 2026, ditutup pada level Rp16.725 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu dolar AS perkasa dan kekhawatiran fundamental seperti prospek suku bunga BI.
- Mata uang Asia umumnya melemah pada hari itu, kecuali baht Thailand, yuan, ringgit, dan peso Filipina.
Suara.com - Rupiah masih kesulitan bangkit di awal 2026, setelah pada penutupan perdagangan hari ini (2/1/2026) melemah di hadapan dolar Amerika Serikat.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah anjlok 0,23 persen pada Jumat sore ke level Rp16.725 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.680 per dolar AS.
Kurs Jisdor Bank Indonesia di hari pertama perdagangan tahun 2026, tercatat di Rp16.725 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah dikarenakan dolar Amerika sangat perkasa akibat sentimen global.
"Selain indeks dolar AS yang memang juga naik cukup tinggi hari ini, rupiah memang masih tertekan oleh fundamental yang mendasari seperti prospek pemangkasan suku bunga BI, kekuatiran defisit fiskal," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Jika BI tidak melakukan intervensi maka rupiah masih akan terjebak dalam zona merah.
"Data manufaktur pagi ini yang lebih lemah dari perkiraan juga ikut menekan rupiah," jelasnya.
Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,27 persen.
Selanjutnya ada rupe India yang terkoreksi 0,24 persen dan yen Jepang yang tergelincir 0,08 persen. Diikuti, dolar Hongkong yang tertekan 0,07 persen.
Baca Juga: Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788
Berikutnya dolar Singapura dan won Korea Selatan yang sama-sama melemah 0,03 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,59 persen. Disusul, yuan China yang melesat 0,1 persen.
Kemudian ada ringgit Malaysia yang naik 0,05 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup menguat tipis 0,02 persen pada hari ini
Berita Terkait
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680
-
Dapat Obat Kuat BI, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp16.739
-
Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia
-
Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun
-
Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG Selama Libur Nataru 2026
-
Purbaya Prihatin TNI Hanya Dikasih Nasi Bungkus saat Atasi Banjir Sumatra, Layak Diberi Upah
-
Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya
-
Percepat Pemulihan Pascabencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh
-
6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya
-
Penentuan Kuota BBM bagi SPBU Swasta, Ini Kata Wamen ESDM
-
OJK Panggil Manajemen Indodax Imbas Dana yang Hilang, Apa Hasilnya?
-
Menyambut Tahun 2026, BRI Tegaskan Keyakinan pada Transformasi dan Strategi Pertumbuhan
-
Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu