- Amerika Serikat melancarkan operasi militer pada Sabtu, 3 Januari 2026, berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas.
- Pasca penangkapan, Maduro dibawa ke kapal USS Iwo Jima dan Jaksa Agung AS menyatakan ia akan disidang di New York.
- Trump menegaskan AS akan mengelola Venezuela sementara waktu dan menerapkan doktrin baru demi dominasi komersial serta energi Barat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mar-a-Lago sesaat setelah penangkapan, Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan "menjalankan negara" Venezuela hingga transisi kepemimpinan baru terbentuk.
Ia juga secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan minyak Amerika akan segera masuk ke Venezuela untuk mengelola sumber daya energi di sana.
Trump secara spesifik merujuk pada Doktrin Monroe abad ke-19 yang kini ia modifikasi menjadi doktrin baru untuk abad ke-21. Ia menyebut kebijakan campur tangan militer ini sebagai bentuk dominasi mutlak Amerika Serikat di belahan bumi barat.
"American dominance in the western hemisphere will never be questioned again." tegas Trump, merujuk pada apa yang disebutnya sebagai Don-Roe Doctrine, dikutip via The Guardian.
Doktrin ini mengisyaratkan bahwa militer AS dapat digunakan kapan saja untuk memastikan akses terhadap sumber daya energi dan mineral di wilayah Amerika Latin, serta memastikan kontrol politik dan komersial tetap berada di bawah pengaruh Washington.
Untuk diketahui, AS dikabarkan sejak lama ingin ikut 'mengendalikan' sumber daya minyak Venezuela yang sangat besar. Cadangan minyak terbukti di Venezuela diakui sebagai yang terbesar di dunia, dengan total 300 miliar barel (4,8× 10¹ m³ ) per 1 Januari 2014.
Meskipun pemimpin tertingginya telah ditawan, situasi di dalam negeri Venezuela masih jauh dari kata stabil.
Menteri Pertahanan Venezuela telah bersumpah untuk terus melawan dan menyerukan kepada seluruh warga negara untuk bersatu menghadapi apa yang ia sebut sebagai "invasi asing".
Hingga saat ini, institusi militer Venezuela tampaknya masih mengendalikan aset-aset militer di berbagai pangkalan di seluruh negeri.
Baca Juga: Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro
Venezuela menegaskan bahwa mereka akan melawan penjajahan di dunia modern seperti yang dilakukan AS.
Di sisi lain, tokoh oposisi Venezuela sekaligus pendukung Israel, María Corina Machado, mendesak Trump untuk mendukung pemberontakan melawan pemerintah.
Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS sedang mempertimbangkan posisi Machado, meski untuk sementara waktu Wakil Presiden Venezuela dianggap sebagai pemimpin administratif secara teknis di bawah pengawasan AS.
Para ahli geopolitik memperingatkan bahwa langkah "pemenggalan" kepemimpinan ini berisiko menciptakan kekacauan berkepanjangan.
Simulasi perang yang pernah dilakukan oleh para pakar menunjukkan kemungkinan adanya gelombang pengungsi besar-besaran dan pertikaian antarkelompok bersenjata yang berebut kekuasaan di Caracas jika transisi tidak dikelola dengan sangat hati-hati.
Hubungan AS-Venezuela telah memburuk sejak Hugo Chávez berkuasa pada 1999 dengan agenda sosialis anti-imperialisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
-
94.294 Nomor Kontak Diblokir, Dana Penipuan Hampir Rp600 Miliar
-
Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp26 Ribu
-
Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006
-
Gempur Judi Online, OJK Blokir 33.252 Rekening Bank
-
Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram
-
2 BUMN Ini Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat