Bisnis / Ekopol
Minggu, 04 Januari 2026 | 07:08 WIB
Foto diduga Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap AS [Truth/Donald Trump]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat melancarkan operasi militer pada Sabtu, 3 Januari 2026, berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas.
  • Pasca penangkapan, Maduro dibawa ke kapal USS Iwo Jima dan Jaksa Agung AS menyatakan ia akan disidang di New York.
  • Trump menegaskan AS akan mengelola Venezuela sementara waktu dan menerapkan doktrin baru demi dominasi komersial serta energi Barat.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mar-a-Lago sesaat setelah penangkapan, Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan "menjalankan negara" Venezuela hingga transisi kepemimpinan baru terbentuk.

Ia juga secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan minyak Amerika akan segera masuk ke Venezuela untuk mengelola sumber daya energi di sana.

Trump secara spesifik merujuk pada Doktrin Monroe abad ke-19 yang kini ia modifikasi menjadi doktrin baru untuk abad ke-21. Ia menyebut kebijakan campur tangan militer ini sebagai bentuk dominasi mutlak Amerika Serikat di belahan bumi barat.

"American dominance in the western hemisphere will never be questioned again." tegas Trump, merujuk pada apa yang disebutnya sebagai Don-Roe Doctrine, dikutip via The Guardian.

Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)

Doktrin ini mengisyaratkan bahwa militer AS dapat digunakan kapan saja untuk memastikan akses terhadap sumber daya energi dan mineral di wilayah Amerika Latin, serta memastikan kontrol politik dan komersial tetap berada di bawah pengaruh Washington.

Untuk diketahui, AS dikabarkan sejak lama ingin ikut 'mengendalikan' sumber daya minyak Venezuela yang sangat besar. Cadangan minyak terbukti di Venezuela diakui sebagai yang terbesar di dunia, dengan total 300 miliar barel (4,8× 10¹ m³ ) per 1 Januari 2014.

Meskipun pemimpin tertingginya telah ditawan, situasi di dalam negeri Venezuela masih jauh dari kata stabil.

Menteri Pertahanan Venezuela telah bersumpah untuk terus melawan dan menyerukan kepada seluruh warga negara untuk bersatu menghadapi apa yang ia sebut sebagai "invasi asing".

Hingga saat ini, institusi militer Venezuela tampaknya masih mengendalikan aset-aset militer di berbagai pangkalan di seluruh negeri.

Baca Juga: Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro

Venezuela menegaskan bahwa mereka akan melawan penjajahan di dunia modern seperti yang dilakukan AS.

Di sisi lain, tokoh oposisi Venezuela sekaligus pendukung Israel, María Corina Machado, mendesak Trump untuk mendukung pemberontakan melawan pemerintah.

Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS sedang mempertimbangkan posisi Machado, meski untuk sementara waktu Wakil Presiden Venezuela dianggap sebagai pemimpin administratif secara teknis di bawah pengawasan AS.

Para ahli geopolitik memperingatkan bahwa langkah "pemenggalan" kepemimpinan ini berisiko menciptakan kekacauan berkepanjangan.

Simulasi perang yang pernah dilakukan oleh para pakar menunjukkan kemungkinan adanya gelombang pengungsi besar-besaran dan pertikaian antarkelompok bersenjata yang berebut kekuasaan di Caracas jika transisi tidak dikelola dengan sangat hati-hati.

Hubungan AS-Venezuela telah memburuk sejak Hugo Chávez berkuasa pada 1999 dengan agenda sosialis anti-imperialisnya.

Load More