Bisnis / Keuangan
Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dikabarkan tengah menimbang rencana untuk menjual lini bisnis jus buah ikonik mereka, Buavita. Foto ist.
Baca 10 detik
  • UNVR berencana jual Buavita demi rampingkan operasional dan fokus pada segmen pertumbuhan tinggi.
  • Aksi ini menyusul penjualan SariWangi ke Grup Djarum senilai Rp1,5 triliun pada Januari lalu.
  • UBS dikabarkan jadi penasihat keuangan, memisahkan proses jual Buavita dari aset SariWangi sebelumnya.

Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) nampaknya kian agresif melakukan "bersih-bersih" portofolio bisnisnya. Setelah resmi melepas merek teh legendaris SariWangi, emiten konsumsi raksasa ini dikabarkan tengah menimbang rencana untuk menjual lini bisnis jus buah ikonik mereka, Buavita.

Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi besar perseroan untuk merampingkan operasional. UNVR ingin lebih ramping dengan keluar dari kategori non-inti (non-core) guna memfokuskan sumber daya pada segmen yang memiliki pertumbuhan serta margin jauh lebih tinggi di pasar domestik.

Mengutip laporan DealStreetAsia, Kamis (9/4/2026), rencana divestasi Buavita ini merupakan kelanjutan dari aksi korporasi yang dimulai awal tahun ini. Sebagaimana diketahui, pada Januari lalu, UNVR telah menuntaskan penjualan merek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa entitas di bawah naungan Grup Djarum dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp1,5 triliun.

Sumber internal yang mengetahui rencana tersebut membisikkan bahwa raksasa perbankan investasi asal Swiss, UBS, kemungkinan besar telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk mengawal proses divestasi Buavita.

Menariknya, UBS awalnya sempat mempertimbangkan untuk menyatukan penjualan SariWangi dan Buavita dalam satu paket transaksi. Namun, rencana itu akhirnya urung dilakukan.

“Pada akhirnya (penjualannya) dipilih secara terpisah, mengingat kategori produk yang berbeda dan profil calon pembeli yang berbeda pula,” ungkap sumber anonim tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Unilever Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait detail nilai transaksi maupun calon pembeli potensial yang akan meminang Buavita. Namun, langkah ini menegaskan sinyal bahwa UNVR tengah fokus memoles performa fundamental dengan mengandalkan produk-produk unggulan yang lebih menguntungkan.

Load More