- PT Inalum mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya pada tahun 2025 dengan produksi 280.082 ton dan penjualan 280.141 ton.
- Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyatakan pencapaian ini refleksi konsistensi perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional.
- Perusahaan yang didirikan 1976 ini berkomitmen melanjutkan inisiatif strategis untuk memperkuat industri aluminium terintegrasi di Indonesia.
Suara.com - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah operasional perusahaan pada tahun 2025 ini.
Sepanjang tahun 2025, perseroan mengungkapkan All Time High Production sebesar 280.082 metrik ton serta All Time Sales mencapai 280.141 metrik ton.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, mengatakan diusia 50 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan refleksi atas konsistensi dan relevansi perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional.
"Sejak awal berdiri, Inalum hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat," ujar Melati di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Inalum menuturkan, pencapaian kinerja tersebut merupakan hasil dari penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, strategi bisnis yang adaptif, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam merespons dinamika industri aluminium global yang semakin kompetitif.
Rekor produksi dan penjualan ini sekaligus menegaskan ketangguhan Inalum sebagai BUMN strategis di sektor industri aluminium.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus melangkah dengan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat industri aluminium terintegrasi di dalam negeri.
Sebagai BUMN yang bergerak di industri aluminium terintegrasi, Inalum mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta memproduksi aluminium primer untuk memenuhi kebutuhan industri domestik dan pasar ekspor.
Didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia–Jepang, Inalum sepenuhnya menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013.
Baca Juga: Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja
Saat ini, Inalum merupakan anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) dan terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian serta daya saing industri strategis nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!