- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor migas 2025 hanya tercapai Rp 105,04 triliun atau sekitar 83 persen dari target APBN.
- Target lifting gas bumi tahun 2025 juga belum tercapai.
- Realisasi lifting minyak tahun 2025 berhasil melampaui target menjadi 605.300 barel per hari.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan lifting minyak untuk tahun 2025 berhasil mencapai target, meski masih gagal untuk merealisasikan capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor migas dan mencapai target lifting gas.
Realisasi PNBP dari sektor minyak dan gas (migas) pada 2025 belum tercapai. Tercatat realisasi penerimaan negara dari sektor migas pada 2025 hanya Rp 105,04 triliun atau 83,7 persen dari target APBN yakni Rp 125,46 triliun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berlasan kegagalan itu disebabkan oleh harga minyak dunia yang rata-ratanya berada di angka USD 68 per barel.
"Sejak dari Januari sampai 31 Desember, rata-rata harga minyak dunia itu 68 dolar. Maka itu berdampak, begitu harganya tidak sampai 82 dolar, itu berdampak pada pendapatan negara kita. Karena itu pendapatan negara kita untuk di sektor migas mencapai Rp 105,4 triliun," jelas Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Selain itu capaian lifting gas juga masih jauh dari target. Lifting gas bumi pada 2025 mencapai 951,800 barel setara minyak per hari (mboepd). Realisasi tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan pada APBN 2025 yakni 1.005.000 mboepd.
"Tapi berkat kerja keras kita semua, di tahun 2025 tidak ada kita melakukan impor gas," kata Bahlil.
Tercatat total produksi gas bumi sepanjang 2025 mencapai 5.600 BBTUD. Sebanyak 69 persen atau 3.908 dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri seperti hilirasi sebesar 2.091 BBTUD yang mencakup industri dan pupuk.
Lalu, 1.817 BBTUD untuk keperluan domestik lain seperti BBG, Jargas, ketenagalistrikan hingga LPG. Sementara sisanya sebanyak 31 persen atau 1.691 BBTUD dimanfaatkan untuk ekspor.
Adapun lifting minyak pada 2025 lalu mencapai sebesar 605.300 barel per hari. Realisasi tersebut mencapai 100,05 persen dari target yang ditetapkan pada APBN 2025 yakni sebesar 605.000 barel per hari.
Baca Juga: Pendapatan Negara Menurun, Menteri Bahlil Wacanakan Pembukaan Kembali Freeport
"Jadi target lifting kita alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun ini sedikit," kata Bahlil.
Bahlil mengeklaim realisasi lifting minyak ini menjadi pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.
"Kalau kita melihat target APBN kita sembilan tahun terakhir di lifting itu enggak pernah tercapai. Pertama itu kenaikan lifting kita itu di 2008," klaim dia.
Berita Terkait
-
Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Bahlil Sebut Lifting Minyak 2025 Penuhi Target: 605 Ribu Barel per Hari
-
ESDM Pede Lifting Minyak Tahun ini Bisa Lampaui Target 610 Ribu Barel
-
ESDM: Batu Bara Masih Jadi Penyumbang Terbesar PNBP Sektor Minerba
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini