- Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono, menegaskan kebijakan transportasi publik harus melampaui untung rugi finansial semata.
- Transportasi publik memiliki peran strategis menopang sosial ekonomi perkotaan melalui efek berganda tidak kasatmata.
- Pemerintah berperan memfasilitasi mobilitas warga yang lancar demi perkembangan dan produktivitas ekonomi kota.
Suara.com - Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono, menegaskan kebijakan transportasi publik tidak semestinya dilihat semata dari hitungan untung dan rugi secara finansial.
Menurut dia, transportasi memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan, sehingga pendekatannya harus melampaui perhitungan arus kas dan neraca keuangan.
“Transportasi itu kita enggak bicara soal untung rugi, tapi juga bagaimana multiplier effect-nya,” ujar Bambang di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, setiap pergerakan masyarakat yang difasilitasi oleh transportasi publik akan memicu aktivitas ekonomi lanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bambang menyebut, konsep forward and backward linkage dalam transportasi kerap luput dari perhatian, padahal sektor ini berkaitan erat dengan berbagai aktivitas ekonomi kota.
Menurutnya, ketika mobilitas warga terhambat akibat mahalnya biaya atau keterbatasan layanan, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga produktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Ia menilai, pendekatan bisnis murni dalam mengelola angkutan umum berpotensi keliru jika mengabaikan manfaat ekonomi yang bersifat tidak kasatmata.
“Yang diambil bukan hanya benefit yang kelihatan, soal cash flow, tapi juga intangible benefit-nya,” kata Bambang.
Ia mencontohkan, sejumlah kota di dunia berani menggratiskan transportasi umum karena menyadari dampak ekonomi jangka panjang dari mobilitas yang lancar dan terjangkau.
Baca Juga: Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
Menurut Bambang, kebijakan tersebut bukan bentuk pemborosan, melainkan investasi sosial dan ekonomi yang hasilnya dirasakan oleh seluruh warga kota.
Ia menambahkan, peran pemerintah sangat penting sebagai fasilitator pergerakan masyarakat, bukan sekadar regulator yang menuntut efisiensi finansial semata.
Bambang menilai, kota akan berkembang ketika mobilitas warganya difasilitasi dengan baik, aman, andal, serta terjangkau.
Dalam konteks itu, ia berharap pemerintah semakin berani mengambil kebijakan transportasi publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, selama transportasi masih dipandang sebagai beban keuangan semata, manfaat besarnya bagi ekonomi dan kehidupan kota tidak akan pernah optimal.
"Kota itu berkembang karena memang kita bisa melakukan pergerakan mobilitas yang difasilitasi, dan memang tugas fasilitasi adalah tugas dari pemerintah," pungkas Bambang.
Berita Terkait
-
Merger BUMN Berlanjut 2026, Targetnya Karya dan Transportasi
-
Stimulus Transportasi Nataru Meledak: Serapan Anggaran Kereta Api Tembus 83% dalam Sepekan!
-
Grab Tawarkan Jaminan Tepat Waktu Kejar Pesawat dan Kompensasi Jutaan Rupiah
-
Kemenhub Proyeksikan 119,5 Juta Orang Wara-wiri pada Nataru
-
Pembentukan Paguyuban Mitra Jadi Kunci Perbaikan Hubungan OjolAplikator
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum