Bisnis / Makro
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:01 WIB
Ilustrasi - Pengolahan beras di pusat penggilingan milik Koperasi Gatos Bumi Jawi, Sawangan, Magelang. (Suara.com/ Angga Haksoro A).
Baca 10 detik
  • Pengamat AEPI, Khudori, mengingatkan deklarasi swasembada berisiko jadi bumerang tanpa produktivitas berkelanjutan.
  • Proyeksi BPS menunjukkan lonjakan produksi beras Januari dan Februari 2026 tertinggi sejak 2018 dan 2019.
  • Perubahan fokus anggaran Kementan ke komoditas lain dikhawatirkan menurunkan intensifikasi padi pada 2026.

"Ini seyogyanya diperlakukan sebagai peringatan serius. Jangan sampai muncul suara sumbang yang mempertanyakan kenapa produksi justru merosot sesaat setelah swasembada diumumkan," pungkasnya.

Load More