- Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi aset kripto Manta Network senilai miliaran rupiah.
- Kasus bermula dari janji keuntungan besar 500% melalui sinyal yang dibagikan di grup Discord pada Januari 2024.
- Penyidik Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi untuk mendalami unsur pidana kasus ini.
Untuk diketahui, Manta Network didirikan pada tahun 2020 oleh Victor Ji, Shumo Chu, dan Kenny Li. Aset ini berfungsi sebagai token utilitas di jaringannya untuk:
Biaya Transaksi: Membayar biaya aktivitas di jaringan Web3.
Staking: Mengunci aset untuk menjaga stabilitas keamanan jaringan.
Tata Kelola: Memberikan hak suara bagi pemegangnya dalam pengambilan keputusan pengembangan proyek.
Hingga saat ini, status laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Kepolisian terus mendalami apakah ada unsur pidana penipuan atau murni merupakan risiko investasi akibat fluktuasi pasar kripto yang ekstrem.
5. Keterlibatan Sosok Publik
Nama Timothy Ronald muncul ke permukaan setelah unggahan akun Instagram @cryptoholic.idn yang menunjukkan tanda terima laporan polisi viral.
Dalam laporan tersebut, Timothy bersama Kalimasada menjadi pihak yang dikaitkan dengan aktivitas pemberian sinyal perdagangan yang berujung pada kerugian besar bagi anggotanya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko volatilitas yang sangat tinggi. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan individu masing-masing. Artikel ini disusun berdasarkan fakta-fakta laporan kepolisian dan data pasar untuk tujuan berita informatif. Penulis tidak memberikan saran keuangan atau ajakan untuk membeli/menjual aset kripto tertentu. Pembaca dihimbau untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
-
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas