- IHSG bergerak fluktuatif dengan koreksi 0,58%, namun investor asing mencatat *net buy* senilai Rp205 miliar.
- Bursa Wall Street mencetak rekor tertinggi didorong sektor ritel dan teknologi, sementara sektor perbankan tertekan.
- Penguatan bursa Asia dipicu sentimen positif dari Wall Street dan kekhawatiran volatilitas politik Jepang menjelang potensi Pemilu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan pergerakan yang fluktuatif.
Meski pada penutupan perdagangan kemarin indeks parkir di zona merah dengan koreksi sebesar 0,58%, terdapat sinyal positif dari aktivitas pemodal internasional. Investor asing justru mencatatkan beli bersih (net buy) senilai kurang lebih Rp205 miliar.
Beberapa saham yang menjadi incaran utama dana asing di tengah pelemahan indeks antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
Secara teknikal, BNI Sekuritas dalam kajiannya menyebut, pergerakan IHSG saat ini berada di titik krusial. Indeks berpotensi melakukan pembalikan arah atau rebound jika mampu bertahan kokoh di atas area support kuat pada level 8.870.
Namun, pelaku pasar tetap dihimbau waspada; apabila indeks menembus ke bawah angka tersebut, potensi koreksi lanjutan menuju rentang 8.700 - 8.720 menjadi sangat terbuka.
Di belahan dunia lain, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) justru terus melesat. Pada perdagangan Senin (12/1), indeks-indeks utama kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Para pemodal tampaknya memilih untuk mengabaikan kisruh mengenai independensi The Fed terkait penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell.
S&P 500: Naik 0,16%
Dow Jones: Menguat 0,17%
Nasdaq Composite: Melaju 0,26%
Lonjakan ini didorong oleh sektor ritel dan teknologi. Saham Walmart melonjak sekitar 3% menjelang integrasinya ke dalam indeks Nasdaq-100.
Baca Juga: Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Di sektor teknologi, Palantir naik 1% berkat peningkatan rekomendasi dari analis Citi, diikuti oleh AMD dan Oracle yang juga berada di zona hijau.
Sebaliknya, sektor perbankan tertekan hebat akibat kebijakan Presiden Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10% selama setahun.
Saham Capital One jatuh hingga 6%, sementara bank besar lainnya seperti Citigroup, JPMorgan, dan Bank of America turut terkoreksi antara 1% hingga 3% karena kekhawatiran penurunan margin laba.
Kenaikan di Wall Street memberikan sentimen positif bagi bursa Asia yang kompak menghijau pada Senin pagi.
Optimisme ini didukung oleh data tenaga kerja AS bulan Desember 2025 yang menunjukkan ketahanan ekonomi meski angka penciptaan lapangan kerja di bawah estimasi.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan sebesar 1,44%, diikuti oleh Taiex Taiwan (0,92%) dan Kospi Korea Selatan (0,82%). Di kawasan Asia Tenggara, Straits Times Singapura dan KLCI Malaysia juga turut naik sekitar 0,5% poin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih