- Chengdong Investment Corp melakukan divestasi bertahap saham BUMI dari Desember 2025 hingga Januari 2026, kepemilikan turun dari 5,99% menjadi 4,99%.
- Aksi jual ini terjadi di tengah volatilitas harga saham BUMI dan beriringan dengan masuknya ribuan investor ritel baru.
- Peluang BUMI masuk indeks MSCI pada Februari 2026 menjadi katalis utama sentimen positif meski telah terjadi kenaikan harga.
Angka ini hanya berada di bawah raksasa perbankan BBRI dan BBCA, serta perusahaan teknologi GOTO. Minat masyarakat yang begitu tinggi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis batubara di bawah naungan kolaborasi Grup Salim dan Grup Bakrie.
Grup Salim sendiri, melalui Mach Energy (Hong Kong) Limited, saat ini memegang kendali mayoritas sebesar 45,78 persen.
Sementara itu, Grup Bakrie tetap memperkuat posisinya sebagai pengendali melalui PT Bakrie Capital Indonesia beserta entitas afiliasi lainnya.
Sentimen Ekspansi dan Ambisi Indeks MSCI
Lonjakan harga saham BUMI yang mencapai 301 persen dalam setahun terakhir tidak terlepas dari beragam sentimen positif. Selain perbaikan kinerja keuangan, BUMI juga tengah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara, seperti pengembangan bisnis bauksit-alumina melalui Laman Mining.
Ekspansi ini dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah tren transisi energi.
Namun, katalis utama yang paling dinantikan pasar adalah peluang BUMI untuk masuk kembali ke dalam indeks global bergengsi, MSCI (Morgan Stanley Capital International), dalam rebalancing periode Februari 2026.
Riset dari Indo Premier pada akhir 2025 menyebutkan bahwa BUMI merupakan kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk ke dalam MSCI Standard Cap.
Secara teknikal, kapitalisasi pasar BUMI telah jauh melampaui ambang batas minimum yang disyaratkan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
Meskipun harga sahamnya mengalami reli hingga 83 persen dalam satu bulan terakhir, analis menilai kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak melanggar ketentuan extreme price increase yang ditetapkan oleh MSCI.
Jika BUMI resmi masuk ke indeks global tersebut, diprediksi akan terjadi arus masuk dana asing yang jauh lebih besar untuk menggantikan posisi investor yang melakukan divestasi saat ini.
Berita Terkait
-
Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
-
IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi
-
BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026
-
Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
-
IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
-
Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat
-
Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI
-
IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya