- Chengdong Investment Corp melakukan divestasi bertahap saham BUMI dari Desember 2025 hingga Januari 2026, kepemilikan turun dari 5,99% menjadi 4,99%.
- Aksi jual ini terjadi di tengah volatilitas harga saham BUMI dan beriringan dengan masuknya ribuan investor ritel baru.
- Peluang BUMI masuk indeks MSCI pada Februari 2026 menjadi katalis utama sentimen positif meski telah terjadi kenaikan harga.
Suara.com - Chengdong Investment Corp melakukan aksi divestasi besar-besaran pada kepemilikan sahamnya di raksasa batubara nasional, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip pada Selasa (13/1/2026), entitas yang terdaftar melalui akun HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self ini mengungkapkan bahwa pengurangan porsi saham tersebut dilakukan dalam rentang waktu akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Penjualan ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan saat volatilitas harga saham BUMI tengah berada dalam tren yang dinamis.
Aksi jual ini tidak dilakukan dalam satu transaksi tunggal, melainkan melalui serangkaian penjualan langsung secara bertahap di pasar reguler.
Proses pelepasan aset ini telah berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2025 dan berakhir pada 8 Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, saham-saham tersebut dilepas pada rentang harga yang cukup lebar, yakni mulai dari harga terendah Rp363,00 pada akhir Desember hingga menyentuh harga tertinggi Rp461,00 per lembar saham pada pekan pertama Januari 2026.
Dampak dari aksi korporasi ini menyebabkan porsi kepemilikan Chengdong Investment Corp di BUMI kini menyusut secara signifikan hingga berada di bawah ambang batas psikologis 5 persen.
Sebelum rangkaian transaksi ini dimulai, Chengdong tercatat menguasai sebanyak 22.276.410.130 unit saham atau setara dengan hak suara sebesar 5,99 persen.
Kini, jumlah tersebut berkurang menjadi 18.563.056.230 unit saham, sehingga persentase kepemilikannya menjadi 4,99 persen.
Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
Meskipun memiliki jumlah saham yang masih tergolong besar, Chengdong menegaskan statusnya dalam struktur perusahaan.
Mereka menekankan bahwa pihaknya bukanlah pemegang saham pengendali dan tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih kendali perusahaan di masa depan. Dalam dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak perusahaan menyatakan:
“Tujuan transaksi untuk Divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,”
Menariknya, aksi divestasi oleh investor institusi asing ini terjadi beriringan dengan fenomena "serbuan" investor ritel ke saham BUMI.
Hanya dalam waktu satu bulan terakhir, data BEI yang dirilis pada 9 Januari 2026 menunjukkan adanya penambahan sebanyak 148.255 investor baru yang masuk ke saham ini.
Saat ini, BUMI telah mengukuhkan posisinya sebagai emiten dengan jumlah pemegang saham terbanyak keempat di bursa domestik, yakni mencapai 362.993 investor.
Berita Terkait
-
Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
-
IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran