Bisnis / Keuangan
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:14 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada Kamis, 15 Januari 2026, IHSG menguat 0,38 persen mencapai level 9.066, dengan 3,23 miliar saham diperdagangkan.
  • Penguatan IHSG didorong pembelian asing senilai Rp 1,45 triliun, menanggapi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
  • Meskipun rekor baru tercipta, investor diingatkan waspada potensi koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah menguat pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. IHSG melesat ke level 9.072.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus melesat naik 0,38 persen ke level 9.066.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,23 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 270.700 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 298 saham bergerak naik, sedangkan 219 saham mengalami penurunan, dan 441 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ROCK, IRSX, ESTI, BELL, SSTM, AYLS, RLCO, ALKA, SOHO, MGNA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LUCK, ACST, BLUE, PNGO, NINE, PEVE, INTD, TALF, GMTD, FOLK, IKPM.

Proyeksi IHSG

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi baru meski tekanan masih membayangi pasar global.

Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG menguat 0,94 persen dan parkir di level 9.032, didukung derasnya aliran dana asing.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Saham-saham Rekomendasi

Penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan bursa Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,086 persen ke level 49.149,63. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,53 persen ke 6.926,60 dan Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 1,00 persen ke level 23.471,75.

Di dalam negeri, laju IHSG ditopang aksi beli investor asing dengan catatan net foreign buy mencapai Rp 1,45 triliun. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama indeks, di antaranya BREN, DSSA, BRMS, dan MORA.

Dari sisi sentimen, pasar saham domestik masih mendapatkan angin segar dari ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve.

Selain itu, kenaikan harga komoditas global serta arus masuk dana asing yang tetap terjaga turut memperkuat optimisme pelaku pasar.

Meski demikian, IHSG yang telah berada di area resistance membuat investor perlu mulai bersikap lebih waspada. Potensi koreksi jangka pendek dan aksi ambil untung (taking profit) dinilai terbuka, terutama setelah reli kuat dalam beberapa waktu terakhir.

"Di sisi bawah, potensi pelemahan IHSG diperkirakan relatif terbatas dengan support psikologis di level 9.000," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Load More