- Pada Kamis, 15 Januari 2026, IHSG menguat 0,38 persen mencapai level 9.066, dengan 3,23 miliar saham diperdagangkan.
- Penguatan IHSG didorong pembelian asing senilai Rp 1,45 triliun, menanggapi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
- Meskipun rekor baru tercipta, investor diingatkan waspada potensi koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah menguat pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. IHSG melesat ke level 9.072.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus melesat naik 0,38 persen ke level 9.066.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,23 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 270.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 298 saham bergerak naik, sedangkan 219 saham mengalami penurunan, dan 441 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ROCK, IRSX, ESTI, BELL, SSTM, AYLS, RLCO, ALKA, SOHO, MGNA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LUCK, ACST, BLUE, PNGO, NINE, PEVE, INTD, TALF, GMTD, FOLK, IKPM.
Proyeksi IHSG
IHSG kembali mencetak rekor tertinggi baru meski tekanan masih membayangi pasar global.
Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG menguat 0,94 persen dan parkir di level 9.032, didukung derasnya aliran dana asing.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Saham-saham Rekomendasi
Penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan bursa Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,086 persen ke level 49.149,63. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,53 persen ke 6.926,60 dan Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 1,00 persen ke level 23.471,75.
Di dalam negeri, laju IHSG ditopang aksi beli investor asing dengan catatan net foreign buy mencapai Rp 1,45 triliun. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama indeks, di antaranya BREN, DSSA, BRMS, dan MORA.
Dari sisi sentimen, pasar saham domestik masih mendapatkan angin segar dari ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve.
Selain itu, kenaikan harga komoditas global serta arus masuk dana asing yang tetap terjaga turut memperkuat optimisme pelaku pasar.
Meski demikian, IHSG yang telah berada di area resistance membuat investor perlu mulai bersikap lebih waspada. Potensi koreksi jangka pendek dan aksi ambil untung (taking profit) dinilai terbuka, terutama setelah reli kuat dalam beberapa waktu terakhir.
"Di sisi bawah, potensi pelemahan IHSG diperkirakan relatif terbatas dengan support psikologis di level 9.000," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Menjelang libur panjang pekan ini, volatilitas pasar juga cenderung tertahan.Untuk perdagangan selanjutnya, sejumlah saham yang direkomendasikan sebagai stock pick antara lain BRMS, TEBE, dan FOLK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik