Bisnis / Makro
Kamis, 15 Januari 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi nikel Foto Antara.
Baca 10 detik
  • IHSG mencapai rekor tertinggi baru 9.032,58 pada 14 Januari 2026, didukung *net buy* asing Rp1,10 triliun.
  • Pemerintah mendorong proyek gasifikasi batu bara menjadi DME tahun ini sebagai strategi substitusi impor LPG.
  • OJK memberlakukan POJK 33/2025 per 1 Januari 2026 untuk memperketat penilaian kesehatan industri keuangan non-bank.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tajinya dengan mencatatkan rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026).

Indeks berakhir menguat signifikan 0,94 persen di level 9.032,58, setelah sempat menyentuh posisi intraday tertinggi sepanjang masa di 9.049.

Kepercayaan investor global terhadap pasar modal domestik tercermin dari nilai beli bersih (net buy) asing yang mencapai sekitar Rp1,10 triliun.

Lima saham yang paling banyak diburu pemodal mancanegara adalah ARCI, INCO, ANTM, BREN, dan TLKM. Selain itu, penguatan rupiah ke level Rp16.865 per dolar AS turut memberikan sentimen positif bagi stabilitas pasar.

Berbeda dengan bursa domestik, pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) justru ditutup melemah pada Rabu malam.

Penurunan ini dipicu oleh koreksi pada sektor teknologi dan perbankan. Saham raksasa teknologi seperti Broadcom, Nvidia, dan Micron Technology terpantau memerah, sementara sektor perbankan terseret oleh kinerja Wells Fargo yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Isu independensi bank sentral AS (The Fed) juga kembali memanas setelah berlanjutnya tekanan politik terhadap Jerome Powell.

Di sisi lain, harga emas spot melonjak 1,1 persen ke level US$4.635 per troy oz, mencerminkan tingginya permintaan aset lindung nilai.

Bergeser ke Asia, bursa Jepang kembali menorehkan sejarah. Indeks Nikkei 225 melonjak 1,48 persen berkat ekspektasi pasar terhadap pengumuman pemilihan umum cepat oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Februari mendatang.

Baca Juga: Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T

Dari sisi kebijakan domestik, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat untuk menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) tahun ini.

Langkah ini merupakan strategi hilirisasi strategis untuk menciptakan substitusi LPG dan menekan beban impor energi.

Kerja sama antara MIND ID dan Pertamina dalam mempercepat konversi batu bara menjadi produk energi alternatif, seperti DME, metanol, dan synthetic natural gas (SNG), diprediksi akan menjadi katalis positif bagi emiten batu bara nasional yang memiliki porsi penjualan domestik besar.

Selain itu, sektor keuangan juga mendapatkan kepastian regulasi baru. OJK telah menerbitkan POJK 33/2025 yang mulai berlaku per 1 Januari 2026. Aturan ini memperketat metodologi penilaian kesehatan perusahaan asuransi, lembaga penjamin, hingga dana pensiun guna memperkuat pengawasan industri keuangan non-bank.

Ide Trading Hari Ini

Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini menunjukkan indikator Golden Cross dengan perluasan histogram positif pada MACD. Kondisi ini memberikan peluang bagi indeks untuk terus menguji level 9.070 hingga 9.100.

Load More