- Penggunaan Syariah Card meningkat signifikan 48% di Desember 2025, didorong kebutuhan libur akhir tahun dan pergeseran perilaku belanja konsumen.
- Sektor retail dan *marketplace* berkontribusi utama transaksi Desember, diikuti *clothing/apparel* dan sektor perjalanan selama masa libur.
- Syariah Card menawarkan keunggulan transaksi bernilai ibadah melalui fitur poin sedekah yang disalurkan ke lembaga Ziswaf mitra Bank Mega Syariah.
Suara.com - Tren penggunaan alat pembayaran berbasis syariah semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama masa libur akhir tahun.
Hal ini terlihat dari penggunaan Syariah Card tercatat mengalami pertumbuhan volume transaksi yang signifikan, dengan kenaikan sebesar 48 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan rata-rata bulan-bulan sebelumnya.
Volume transaksi di bulan Desember 2025 juga menunjukkan kenaikan tajam sebesar 21 persen dibandingkan dengan bulan November 2025.
Syariah Card Business Division Head Bank Mega Syariah, Eva Dahlia Kusumawati, mengatakan angka ini mencerminkan adanya pergeseran perilaku belanja yang masif di akhir tahun.
Konsumen cenderung mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kebutuhan perayaan, hadiah, dan persiapan tahun baru.
"Karena itu, Syariah Card hadir sebagai solusi pembayaran menawarkan kemudahan transaksi dan benefit menarik," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Jika menilik berdasarkan kategori, sektor retail dan marketplace menjadi kontributor utama dengan porsi 20 persen dari total transaksi selama bulan Desember.
Hal ini mengonfirmasi bahwa Syariah Card kini menjadi pilihan bagi saat berbelanja di berbagai platform e-commerce dan gerai ritel fisik.
Selain belanja harian dan kebutuhan rumah tangga, kategori clothing dan apparel menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 9 persen.
Baca Juga: Gen Z Mulai Tertarik ke Tanah Suci, Pertumbuhan Tabungan Haji Terus Meroket
Tingginya transaksi di sektor fesyen ini didorong oleh berbagai promo menarik selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), serta kebutuhan masyarakat untuk memperbarui penampilan menjelang pergantian tahun.
Sektor travel juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 8 persen terhadap total transaksi selama periode Desember.
Seiring dengan masa libur akhir tahun, pemegang Syariah Card aktif melakukan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi.
Pertumbuhan pesat ini tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan momentum Harbolnas 2025.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), total transaksi Harbolnas yang berlangsung pada 10-16 Desember 2025 mencapai angka fantastis sebesar Rp36,4 triliun, atau naik 17 persen dari tahun sebelumnya.
“Kombinasi antara kebutuhan perjalanan wisata dan belanja saat libur akhir tahun menjadikan bulan Desember sebagai periode puncak (peak season) bagi pertumbuhan volume transaksi Syariah Card di sepanjang tahun 2025.” ungkap Eva.
Berita Terkait
-
KB Bank dan KB Bank Syariah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Sumatera
-
BCA Syariah WEpreneur Summit 2025: Dukung UMKM Perempuan Berdaya, Tumbuh, dan Memimpin
-
Dana P2P Lending PT Dana Syariah Indonesia Cuma 0,2 Persen, Tata Kola Semrawut?
-
Layanan Cabang Berangsur Normal, 72 Persen BSI Regional Aceh Sudah Beroperasi
-
Bank Mega Syariah Optimis Bisa Ambil Untung di Tabungan Haji
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?