- Kementerian PU membangun 24 sumur bor di Aceh Tamiang untuk memulihkan akses air bersih pascabencana, termasuk di Masjid Simpang Lhee.
- Pemulihan air bersih adalah fokus utama pascabencana untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat dan mengaktifkan kembali fasilitas penting.
- Pengeboran terus dilakukan di berbagai lokasi seperti kantor camat dan pesantren, dengan beberapa telah mencapai tahap konstruksi.
Suara.com - Upaya pemulihan layanan dasar pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus berjalan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun sumur bor di 24 titik guna memulihkan akses air bersih yang sempat terganggu, dengan sejumlah lokasi mulai beroperasi dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Salah satu sumur bor yang telah berfungsi berada di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed.
Fasilitas ini mulai mengalirkan air bersih untuk mendukung kebutuhan ibadah sekaligus kebutuhan harian warga di sekitar masjid.
Sumur bor di Masjid Simpang Lhee memiliki kedalaman 82 meter. Kehadiran sumber air tersebut membantu aktivitas wudu, kebersihan masjid, serta kebutuhan air bersih warga yang sebelumnya terdampak keterbatasan pasokan pascabencana.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan pascabencana karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak.
Bagi warga sekitar, keberadaan sumur bor tersebut dirasakan sebagai solusi atas kesulitan air bersih yang sebelumnya dialami.
Baca Juga: Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
Aktivitas sehari-hari yang sempat terhambat kini mulai kembali berjalan dengan lebih lancar.
Salah satu warga Manyak Payed, Aisyah Rahmi, mengungkapkan rasa syukur atas beroperasinya sumur bor di Masjid Simpang Lhee. Menurutnya, sejak bencana warga sempat mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir lancar. Jamaah bisa beribadah dengan tenang, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya, tidak perlu antre lagi. Kami berharap sumur ini terus dijaga dan berfungsi lama karena sangat membantu kami,” kata Aisyah Rahmi.
Selain di Masjid Simpang Lhee, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I juga melaksanakan pengeboran di sejumlah titik lain.
Di Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 86 meter dari rencana 100 meter, dengan potensi akuifer teridentifikasi pada kedalaman 23–35 meter dan di atas 150 meter.
Di Masjid Al Ikhlas, Gampong Sukajadi, Kecamatan Banda Mulia, pengeboran telah mencapai kedalaman 76 meter.
Berita Terkait
-
PU Percepat Penanganan Banjir Aceh Tamiang, 36 Alat Berat Dikerahkan
-
Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen
-
Jalur Langsa - Kuala Simpang Kembali Fungsional, Konektivitas Aceh-Sumut Berangsur Normal
-
Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai
-
Nadi Logistik Pulih! Jalur Khusus Bireuen Aceh Utara Kembali Terhubung, Ekonomi Lintas Timur Bangkit
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik