- Menteri Rosan Roeslani menyatakan enam proyek hilirisasi strategis akan berjalan mulai tahun 2026.
- Proyek bauksit, alumina, dan aluminium di Kalimantan Barat bernilai investasi sekitar USD 2,8 miliar.
- Terdapat lima proyek hilirisasi peternakan yang siap kajian dari target awal di lima belas daerah.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan ada 6 proyek hilirisasi yang akan berjalan pada 2026. Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral hingga peternakan.
Rosan menyampaikan, enam proyek hilirisasi itu saat ini sudah masuk dalam tahap penerbitan dan sebagian besar berbasis pengolahan sumber daya alam. Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi sebagai bagian dari penguatan struktur industri nasional.
"6 itu hilirisasi di bidang bauksit, alumina, aluminium. Makanya tadi saya sempat nyinggung di Kalimantan Barat, karena selain kami itu ada 3 lagi juga di daerah situ," ujar Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, proyek hilirisasi bauksit hingga aluminium tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Barat. Nilai investasinya pun terbilang besar dan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. "Itu investasinya kurang lebih USD 2,8 miliar," ujar Rosan.
Selain di Kalimantan Barat, Rosan menyebut proyek hilirisasi juga akan dikembangkan di sejumlah wilayah lain. Beberapa di antaranya berada di Jawa, dengan fokus sektor yang berbeda.
"Kemudian investasi di Cilacap, di Banyuwangi, di bio adtur, dan juga ada juga di hilirisasi peternakan," ucapnya.
Khusus sektor peternakan, Rosan mengatakan pemerintah telah menyiapkan proyek di lima daerah. Dari target awal yang lebih luas, sejumlah proyek telah dinyatakan siap secara kajian.
"Di peternakan ada di 5 daerah. dari target 13 kita lihat yang sudah selesai feasibility study-nya dan sudah bagus itu ada 5," jelas Rosan.
Ia menambahkan, detail terkait proyek-proyek tersebut akan disampaikan lebih lanjut setelah seluruh proses administrasi dan teknis dirampungkan. Pemerintah memastikan seluruh investasi yang masuk telah melalui kajian mendalam.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
"Jadi nanti detailnya kita akan bisa berikan lebih lanjutnya," katanya.
Menurut Rosan, pemerintah juga aktif menjaga komunikasi dengan para investor untuk menekan tingkat ketidakpastian. Ia menilai kepastian menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi.
"Tapi yang mereka ingin lebih, yang mereka tidak suka apabila uncertainty-nya ketidakpastiannya itu tinggi," kata Rosan.
Di tengah persaingan regional dalam menarik investasi, Rosan menegaskan Indonesia masih memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari harga listrik hingga bonus demografi yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
"Tapi ya tetap kita mempunyai advantage keunggulan dari segi misalnya electricity kita masih lebih bagus harganya daripada mereka. Kemudian kita ada bonus demografi," ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya kerja keras seluruh jajaran untuk memastikan target investasi tetap tercapai di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot