- Indodax mengumumkan Proof of Reserves (PoR) perusahaan telah mencapai USD 1 miliar, menunjukkan komitmen cadangan aset rasio 1:1.
- CEO Indodax mempublikasikan PoR secara inisiatif melalui CoinMarketCap untuk memfasilitasi verifikasi publik data on-chain.
- Selain transparansi platform, Indodax mengimbau pengguna menerapkan keamanan berlapis seperti MFA untuk perlindungan aset kripto.
Suara.com - Volatilitas pasar global dan dinamika geopolitik yang kerap berubah cepat membuat isu perlindungan investor aset kripto kembali menjadi sorotan.
Di tengah kondisi tersebut, transparansi cadangan aset dinilai menjadi salah satu tameng penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap platform perdagangan kripto.
Dalam hal ini, Indodac mengumumkan Proof of Reserves (PoR) perusahaan telah menembus USD 1 miliar atau setara Rp 18 triliun, berdasarkan data yang ditampilkan pada fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap. Pencapaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga cadangan aset dengan rasio 1:1, serta membuka akses verifikasi publik melalui data on-chain.
"Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, Indodax berinisiatif mempublikasikan PoR sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri," ujar CEO INDODAX, William Sutanto di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Proof of Reserves merupakan metode verifikasi kriptografis yang digunakan platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar memiliki cadangan aset sesuai dengan yang dilaporkan.
Melalui mekanisme ini, pengguna dapat memastikan dana mereka tersedia dan dapat dipenuhi saat dibutuhkan, terutama ketika pasar berada dalam tekanan.
Fitur Proof of Reserves yang ditampilkan CoinMarketCap memungkinkan publik melihat informasi transparansi cadangan sejumlah exchange, termasuk keterlacakan alamat dompet publik serta pembaruan data yang relevan.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor, khususnya di tengah fluktuasi harga dan sentimen pasar yang sensitif terhadap isu global.
Selain menekankan transparansi platform, Indodax juga mengingatkan pentingnya perlindungan dari sisi pengguna. Perusahaan mengimbau investor untuk menerapkan langkah keamanan berlapis, seperti penggunaan Multi Factor Authentication (MFA), memastikan perangkat dalam kondisi aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi phishing dan social engineering.
Baca Juga: Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya
"Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat," tambah William.
Peningkatan nilai Proof of Reserves juga kerap dikaitkan dengan membaiknya sentimen pasar kripto. Ketika harga aset digital naik dan arus masuk dana meningkat, nilai cadangan yang tercatat dalam satuan dolar AS turut bertambah.
Namun demikian, pelaku pasar diingatkan untuk tidak serta-merta mengartikan kenaikan tersebut sebagai awal dari bull market yang berkelanjutan.
Pasar kripto masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari likuiditas global, kebijakan moneter, hingga perkembangan geopolitik yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, transparansi dan kehati-hatian dinilai tetap menjadi kunci utama bagi investor dalam menjaga keamanan aset digital mereka di tengah gejolak pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati