- Investor asing mencatatkan beli bersih Rp575,7 miliar pada saham BBRI periode 12-15 Januari 2026.
- Masuknya modal asing mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level tertinggi sejarah 9.075,4.
- Beberapa sekuritas menetapkan target harga BBRI 2026, didukung potensi pemulihan fundamental dan NIM membaik.
Suara.com - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali membuktikan daya tariknya sebagai emiten fundamental.
Memasuki pekan kedua Januari 2026, emiten perbankan pelat merah ini menjadi salah satu saham yang paling intensif dikoleksi oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan periode 12-15 Januari 2026, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp575,7 miliar di pasar reguler.
Masuknya modal asing ke saham-saham blue chip seperti BBRI turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah (all-time high).
Pada penutupan Kamis (15/1/2026), IHSG menguat 0,47% ke posisi 9.075,4.
Sepanjang tahun berjalan 2026, akumulasi beli bersih investor asing di seluruh pasar telah menyentuh angka Rp7,3 triliun.
Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi domestik dan prospek pertumbuhan emiten besar di Indonesia.
Sejumlah lembaga riset internasional dan domestik memandang tahun 2026 sebagai periode pemulihan (turnaround) bagi BRI.
Raksasa keuangan global, JP Morgan, baru-baru ini melakukan re-rating dengan meningkatkan rekomendasi untuk BBRI menjadi Overweight, yang mengindikasikan potensi pertumbuhan di atas rata-rata industri.
Baca Juga: Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
Berikut adalah beberapa target harga saham BBRI menurut analisis berbagai sekuritas untuk tahun 2026:
Korea Investment & Sekuritas (KISI): Menetapkan target harga di level Rp5.800. Analis menilai penurunan suku bunga akan menjadi katalis positif untuk memperbaiki Net Interest Margin (NIM).
Edvisor Profina Visindo: Menyarankan akumulasi bertahap untuk jangka panjang dengan target harga Rp5.025.
Oso Sekuritas: Memberikan rekomendasi beli dengan target harga 12 bulan di Rp4.230. Mereka memprediksi pertumbuhan kredit akan mendekati angka 10% seiring stabilnya biaya kredit di level 3,2%.
Sementara, Phintraco Sekuritas menargetkan harga BBRI dalam jangka pendek berada di kisaran Rp3.850 hingga Rp4.000.
Secara fundamental, perbaikan kualitas aset dan normalisasi biaya pendanaan diperkirakan akan menjadi pendorong utama bagi BBRI untuk mencatatkan kinerja pendapatan yang lebih solid sepanjang tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Fitch Ratings Soroti MBG, Airlangga: Itu Investasi Menguntungkan
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
-
Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong
-
SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram
-
Antam Borong 6 Ton Emas per Tahun dari Anak Usaha Merdeka Group
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS
-
Sasar Momentum THR, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
-
Bursa Kripto CFX Manjakan PAKD dengan Layanan Rekonsiliasi Transaksi yang Kian Fleksibel