- Harga minyak Brent dan WTI naik signifikan pada Kamis, Maret 2026, akibat kekhawatiran penutupan Selat Hormuz.
- Eskalasi konflik AS-Iran menyebabkan Irak dan Qatar memangkas produksi energi serta menyatakan keadaan kahar ekspor gas.
- Blokade Selat Hormuz telah menjebak 329 tanker, menjadikan kendala logistik sebagai masalah utama pasokan energi global.
Suara.com - Harga minyak kembali naik pada perdagangan Kamis, Maret 2026 menyusul kekhawatiran pasar terhadap penutupan jangka panjang Selat Hormuz.
Perang antara AS dan Iran kini menghambat distribusi energi dari Timur Tengah, diperparah dengan langkah fasilitas produksi yang mulai memangkas tingkat operasional mereka.
Mengutip dari Reuters, minyak mentah Brent naik 1,67 dolar AS, atau 2,05 persen, menjadi 83,07 dolar AS per barel pada pukul 01.41 GMT (08.41 WIB ). Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1,94 dolar AS, atau 2,60 persen, menjadi 76,60 dolar AS.
Eskalasi perang AS-Iran meluas setelah serangan udara AS menyasar kapal perang Iran di perairan Sri Lanka.
Secara politik, posisi Presiden Donald Trump semakin kuat setelah Senat dari Partai Republik menolak resolusi bipartisan yang sedianya bertujuan untuk membatasi kewenangan perang Presiden dan mewajibkan persetujuan Kongres.
Bersamaan dengan itu, Irak sebagai produsen minyak terbesar kedua di OPEC, memangkas produksinya hampir 1,5 juta barel per hari. Hal itu disebabkan kurangnya fasilitas penyimpanan dan jalur ekspor.
Sementara Qatar telah mengumumkan keadaan kahar (force majeure) atas ekspor gas. Sejumlah sumber mengatakan Qatar akan membutuhkan waktu yang lama yang untuk dapat berproduksi secara normal.
Blokade di Selat Hormuz memasuki hari kelima, melumpuhkan distribusi 20 persen pasokan energi dunia akibat eskalasi perang AS-Iran.
Situasi semakin genting setelah otoritas maritim Inggris melaporkan insiden ledakan di dekat tanker yang berlabuh di perairan Kuwait, yang diduga melibatkan serangan kapal kecil.
Baca Juga: Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
Analisis J.P. Morgan menyebut bahwa meski Iran belum menyerang infrastruktur utama, blokade mereka diperkirakan telah menyebabkan 329 kapal tanker terjebak di kawasan Teluk Persia.
Analisis tersebut menekankan bahwa kendala utama saat ini adalah masalah logistik, bukan kerusakan pada sumber daya minyak.
Sebagian besar ladang minyak diperkirakan bisa pulih dalam 2-3 minggu, namun durasi intervensi militer AS akan sangat bergantung pada kapasitas cadangan negara-negara aliansi Arab (GCC) dan stabilitas harga energi global.
"Meskipun operator harus secara bertahap membangun kembali tekanan reservoir, khususnya di Irak, di mana injeksi air sangat penting, kendala utama saat ini adalah logistik daripada geologi." kata JP Morgan.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Bahlil: Kita Harus Berhati-Hati!
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Sasar Momentum THR, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
-
Bursa Kripto CFX Manjakan PAKD dengan Layanan Rekonsiliasi Transaksi yang Kian Fleksibel
-
Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
BHR Mitra Ojol Gojek Ditransfer Hingga 6 Maret 2026, Nominalnya Naik Tahun Ini
-
Saham ASII Diborong Lagi saat Harganya Murah
-
BRI Perkuat Dana Murah, CASA Tembus 70,6% dan DPK Capai Rp1.467 Triliun
-
Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Bos BI Pasang Badan
-
CFX Bidik Peningkatan Volume demi Saingi Bursa Kripto Global