- Bursa Kripto CFX, bursa aset kripto pertama Indonesia, meningkatkan fleksibilitas rekonsiliasi transaksi bagi PAKD.
- Rekonsiliasi yang sebelumnya dua kali sehari kini dapat dilakukan selama 24 jam sesuai kebutuhan industri.
- Langkah ini bertujuan mendukung operasional perdagangan kripto yang berjalan instan sepanjang waktu, memastikan dana diterima tepat waktu.
Suara.com - Bursa Kripto CFX, bursa aset kripto pertama di Indonesia, terus memanjakan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dengan layanan terupdate. Salah satunya, rekonsiliasi transaksi yang semakin fleksibel.
Upaya tersebut diadakan untuk mengakomodir kebutuhan industri kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam.
Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menjelaskan bahwa selama ini proses rekonsiliasi transaksi bagi anggota PAKD dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pada pukul 12 siang dan 12 malam.
Namun, seiring meningkatnya aktivitas dan tuntutan layanan instan dari nasabah, Bursa Kripto CFX membuka ruang penyesuaian.
"Ini sangat penting. Jadi memang saat ini kan untuk rekonsiliasi kepada para anggota PAKD itu dua kali, yaitu jam 12 malam dan jam 12 siang," ujar Subani belum lama ini.
Ia menuturkan, Bursa Kriptosa CFX juga menerima permintaan khusus dari para anggota apabila memang dibutuhkan, terutama untuk memastikan kelancaran layanan kepada nasabah.
"Ini bagaimana pedagang bisa melayani nasabahnya, karena kan di pasar atau di bursa, di industri kripto ini semuanya serba instan. Perdagangan running 24 jam," bebernya
Subani menegaskan, kebutuhan transaksi di malam hari menjadi salah satu alasan utama kebijakan ini diperluas. Para pedagang dituntut tetap bisa bertransaksi sekaligus memastikan dana fiat dapat diterima tepat waktu.
"Jadi pada malam hari harus bisa transaksi dan harus bisa ketika menjual sudah mendapatkan fiatnya. Nah ini dengan kita akhirnya kita buka untuk para anggota, para pedagang bisa melakukan rekonsiliasi dengan kami 24 jam," imbuhnya.
Baca Juga: Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026
Dengan kebijakan rekonsiliasi 24 jam ini, Bursa Kripto CFX berharap para PAKD memiliki ruang yang lebih fleksibel dan leluasa dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Berita Terkait
-
CFX Bidik Peningkatan Volume demi Saingi Bursa Kripto Global
-
CFX Optimistis Tarik Transaksi Kripto ke Dalam Negeri
-
Genjot Transaksi Kripto, OSL Indonesia Tebar Insentif Khusus
-
Gejolak Global vs. Pasar Kripto: Stabil atau Rentan? Direktur CFX Ungkap Fakta Ini
-
Bursa Kripto CFX Siapkan Strategi Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi