- PAUD adalah investasi strategis untuk membentuk SDM kompetitif menuju Generasi Emas 2045.
- Askrindo konsisten perkuat kapasitas guru PAUD melalui pelatihan dan penghargaan APIA 2025.
- Pemerintah dan BUMN apresiasi peran sektor swasta dalam mendanai fondasi pendidikan nasional.
Suara.com - Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) kini tidak lagi dipandang sekadar kewajiban sosial, melainkan langkah ekonomi strategis demi masa depan bangsa.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mempertegas posisi ini dengan konsistensi memperkuat sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan karakter dan produktivitas nasional.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, menyatakan bahwa pendidikan di usia dini adalah investasi jangka panjang yang paling menentukan.
"Askrindo percaya bahwa investasi di bidang pendidikan, khususnya PAUD, merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa," tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas guru dan penyediaan fasilitas literasi, Askrindo berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi yang kompetitif secara ekonomi dan sosial.
Langkah ini didukung oleh berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang komprehensif, mulai dari pelatihan literasi keuangan bagi pendidik hingga pengoperasian 25 unit Mobil Pintar (MOPI) di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, dampak ekonomi dan sosial dari program ini telah menjangkau lebih dari satu juta guru, yang diharapkan menjadi motor penggerak kualitas SDM menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai bentuk nyata penghargaan terhadap para garda terdepan pendidikan, Askrindo sukses menggelar Askrindo PAUD Indonesia Awards (APIA) 2025 dengan tema “Menggali Kreativitas Generasi Emas Indonesia”. Acara ini diikuti oleh 2.000 guru PAUD dari seluruh pelosok negeri, di mana terpilih 15 guru terbaik yang dinilai paling inovatif dan berdedikasi.
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini sebagai bentuk motivasi bagi pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Senada dengan hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menekankan bahwa peran strategis guru PAUD adalah memastikan hak dan perlindungan anak terpenuhi pada masa emas tumbuh kembangnya, sebuah langkah krusial dalam mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter.
Baca Juga: Beri Restu, Gitaris Letto Tegaskan Jabatan Noe Bukan Politik Utang Budi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara