Suara.com - Pergerakan saham raksasa batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menjadi pusat perhatian pasar pada penutupan perdagangan tengah pekan, Kamis (15/1/2026).
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high), saham emiten milik Grup Bakrie dan Salim ini justru mengalami tekanan harga yang signifikan.
Jelang pembukaan pasar Senin (19/1/2026) esok setelah libur panjang, saham BUMI tercatat berada di posisi Rp 410 per saham, mengalami penyusutan sebesar 2,84%.
Meskipun sempat dibuka menguat ke level Rp 426 pada sesi awal, aksi jual masif menekan harga hingga menyentuh titik terendah harian di Rp 404.
Walaupun harganya melemah, BUMI mengukuhkan posisinya sebagai saham paling aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,73 triliun. Angka ini setara dengan 6,16% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari tersebut.
Berikut rincian statistik perdagangan BUMI per 15 Januari 2026:
- Volume Perdagangan: 4,19 miliar saham (berkontribusi 8,92% dari volume harian BEI).
- Frekuensi Transaksi: 172.996 kali.
- Kapitalisasi Pasar: Mencapai Rp 152,25 triliun.
Secara historis, fluktuasi BUMI tergolong sangat dinamis. Meski terpangkas 12,77% dalam lima hari terakhir, saham ini sejatinya telah melompat fantastis sebesar 244,54% sepanjang tahun 2025 lalu.
Tekanan pada saham BUMI terutama dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 963,8 miliar di pasar reguler dalam sepekan terakhir.
Angka pelepasan aset oleh asing pada BUMI tercatat sebagai yang terbesar di bursa, melampaui saham-saham lainnya seperti BBCA dan RAJA.
Baca Juga: Target Harga BRMS Menurut Para Analis Saham
Namun, di tengah pelemahan tersebut, investor domestik terlihat melakukan aksi "serok" atau akumulasi. Broker Mirae Asset Sekuritas dan Stockbit Sekuritas mencatatkan pembelian bersih oleh investor lokal masing-masing sebesar Rp 94,2 miliar dan Rp 91,1 miliar pada saham BUMI.
Koreksi BUMI terjadi saat mayoritas indeks acuan justru menghijau. IHSG ditutup menguat 0,47% ke level 9.075,40, rekor tertinggi baru dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Penguatan indeks ini didorong oleh 362 saham yang naik dan aksi beli bersih asing secara keseluruhan di bursa senilai Rp 947,45 miliar pada hari yang sama.
Bagi para pelaku pasar, memantau level psikologis BUMI menjadi krusial untuk menentukan langkah investasi ke depan. Berdasarkan forecast teknikal dari Kiwoom Sekuritas, berikut adalah level-level penting untuk saham BUMI:
Support Utama: Rp 406 (Support 1) dan Rp 396 (Support 2).
Resistance Utama: Rp 430 (Resistance 1) dan Rp 444 (Resistance 2).
Batasan Risiko: Investor disarankan melakukan stop loss jika harga menembus ke bawah Rp 390.
Meskipun dalam sepekan terakhir anjlok 10,8%, likuiditas yang sangat besar pada saham ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BUMI tetap tinggi, baik dari sisi spekulasi jangka pendek maupun penyesuaian portofolio jangka menengah.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas