- IHSG awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026, bertahan di zona hijau mencapai level 9.083 dengan transaksi 4,80 miliar saham senilai Rp 2,48 triliun.
- Proyeksi perdagangan IHSG diprediksi melemah dipengaruhi sentimen negatif pasar saham Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik global.
- Aktivitas investor asing menunjukkan aksi beli bersih pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di level 9.000 pada awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026. IHSG menguat ke level 9.098
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau ke levl 9.083 atau naik 0,17 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,80 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,48 triliun, serta frekuensi sebanyak 375.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 285 saham mengalami penurunan, dan 388 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ESTI, BELL, ZATA, INOV, IKAN, ARGO, TRIS, NATO, RLCO, IRSX, HOPE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AYLS, OHEM, PGLI, WGSH, NINE, DGNS, AISA, FOLK, NASI, KIOS, WAPO.
Proyeksi IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak melemah, seiring sentimen negatif dari pasar global, khususnya Amerika Serikat.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, pasar saham AS ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (16/1). Indeks Dow Jones terkoreksi 0,17 persen, S&P 500 turun 0,06 persen, dan Nasdaq melemah 0,06 persen.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini
Pelemahan Wall Street dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.
Imbal hasil atau Yield US Treasury 10 tahun tercatat naik 1,71 persen ke level 4,231 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) menguat tipis 0,07 persen ke posisi 99,39. Kombinasi penguatan dolar dan naiknya yield menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif pasar AS dan regional," tulis tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Di kawasan regional, mayoritas bursa Asia juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks STOXX Eropa turun 0,2 persen, EIDO melemah 0,4 persen, sementara indeks STI Singapura justru menguat 0,3 persen. IHSG sendiri pada penutupan perdagangan sebelumnya tercatat menguat 0,5 persen ke level 9.075.
Dari sisi komoditas, harga minyak Brent naik 0,6 persen ke USD 64 per barel, disusul CPO Malaysia yang melonjak 2,1 persen ke MYR 4.072 per ton. Harga batu bara ICE menguat 0,8 persen, sementara nikel terkoreksi tajam 5,4 persen ke USD 17.457 per ton. Harga emas dunia juga turun 0,4 persen ke USD 4.596 per troy ounce.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,2 persen ke level Rp16.885 per dolar AS, memberikan sentimen penahan bagi tekanan IHSG.
Sementara itu, aktivitas investor asing pada perdagangan 15 Januari 2026 mencatatkan aksi beli bersih terbesar pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI. Adapun saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah BUMI, NCKL, dan ARCI.
Adapun sejumlah sentimen korporasi yang menjadi sorotan pasar antara lain BMRI yang mencatatkan penyerapan dana obligasi secara penuh, BWPT yang menyuntikkan modal Rp180 miliar ke entitas anak, serta TOBA yang berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar.
Dengan kombinasi sentimen global yang masih menekan dan pergerakan komoditas yang beragam, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan eksternal serta saham-saham berbasis fundamental kuat dalam menghadapi volatilitas IHSG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas