- IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.133,87 pada Senin (19/1) karena optimisme stabilitas kebijakan moneter dalam negeri.
- Kenaikan IHSG terjadi meskipun investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp543 miliar dengan fokus pada saham perbankan.
- Pelaku pasar menantikan RDG BI untuk menjaga suku bunga acuan tetap di 4,75 persen guna menstabilkan Rupiah.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan sejarah baru pada penutupan perdagangan Senin (19/1) kemarin.
Indeks domestik sukses bertengger di level All Time High (ATH) setelah menguat 58,46 poin atau 0,64 persen ke posisi 9.133,87. Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap kebijakan moneter dalam negeri yang dinilai tetap stabil.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, memprediksi IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan hari ini, Selasa (20/1/2026), selama mampu bertahan di atas level psikologis 9.100.
Rentang pergerakan hari ini diperkirakan berada pada support 9.040-9.100 dan resistance 9.170-9.200.
Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya via Antara, menjelaskan bahwa rekor tertinggi IHSG ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) tidak akan mengubah tingkat suku bunga acuan.
Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi nilai tukar Rupiah yang saat ini mengalami tekanan di kisaran Rp16.935 per dolar AS.
Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari. BI-Rate diproyeksikan tertahan di level 4,75 persen.
Selain itu, perhatian investor tertuju pada data pertumbuhan kredit Desember 2025 yang diperkirakan melambat tipis ke angka 7,6 persen secara tahunan.
Rekomendasi Saham dan Ide Trading Hari Ini
Baca Juga: Daftar Saham UMA Hari Ini 19 Januari 2026, BEI Ungkap Penyebabnya
Meski indeks mencetak rekor, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp543 miliar. Saham-saham perbankan dan telekomunikasi seperti BBCA, TLKM, serta GOTO menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh asing.
Berikut adalah beberapa inspirasi saham untuk perdagangan hari ini:
Rekomendasi BNI Sekuritas: RATU, BUMI, PGAS, CPRO, ADRO, dan OASA.
Rekomendasi Mandiri Sekuritas: MDKA, DEWA, dan BBRI.
Secara sektoral, penguatan pasar kemarin dipimpin oleh sektor barang konsumen non-primer (1,23%) dan infrastruktur (0,77%). Sebaliknya, sektor kesehatan terkoreksi paling dalam hingga 1,02%.
Transaksi perdagangan terpantau sangat likuid dengan nilai mencapai Rp35,91 triliun dan volume 85,35 miliar lembar saham.
Dinamika Global: Isu Greenland dan Data China
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu
-
90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
-
Pengusaha Mal Full Senyum Pada Momen Ramadan dan Lebaran Tahun Ini
-
Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Bisnis McDonalds di Indonesia