Bisnis / Keuangan
Senin, 19 Januari 2026 | 16:55 WIB
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG mencapai rekor tertinggi pada Senin, 19 Januari 2026, ditutup menguat 0,64% ke level 9.133.
  • Penguatan didukung saham perbankan besar menjelang laporan keuangan dan ekspektasi pembagian dividen investor.
  • Tekanan pelemahan rupiah hingga Rp 16.955 per dolar AS tidak menahan laju kenaikan IHSG hari itu.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesaat ke level tertinggi dalam sejarah, pada penutupan Senin, 19 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 0,64 persen ke level 9.133, meskipun sentimen global dibayangi ketegangan geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pada perdagangan hari ini, rupiah tertekan hingga menyentuh level Rp 16.955 per dolar AS, seiring meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Eropa. Namun, tekanan tersebut tidak mampu menahan laju penguatan IHSG.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengungkapkan, penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham perbankan besar yang menguat menjelang musim rilis laporan keuangan (earning season).

Selain itu, ekspektasi pembagian dividen turut mendorong minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat terjadi pelebaran histogram positif pada indikator MACD yang didukung oleh peningkatan volume beli.

Sementara itu, Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji area 9.150–9.200 dalam waktu dekat.

Adapun level teknikal yang perlu diperhatikan pelaku pasar, yakni resistance di 9.200, pivot di 9.100, dan support di 9.000.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham di kawasan Asia justru ditutup melemah pada perdagangan yang sama. Sentimen negatif datang dari meningkatnya ketegangan politik terkait Greenland serta rilis data ekonomi China yang menunjukkan perlambatan.

Sementara itu, bursa saham Eropa dibuka melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap produk dari delapan negara anggota NATO yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Tekanan sentimen global tersebut turut membuat indeks futures Wall Street bergerak di zona merah.

Baca Juga: Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 78,65 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 35,73 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,8 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 404 saham bergerak naik, sedangkan 328 saham mengalami penurunan, dan 226 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ESTI, ZATA, BELL, INV, ASHA, IKAN, DSFI, ASPR, ERTX, ROCK, FISH.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KIOS, TALF, CTBN. SOHO, APLN, NINE, DATA, PGLI, DGIK, WGSH, YPAS.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More