- IHSG mencapai rekor tertinggi pada Senin, 19 Januari 2026, ditutup menguat 0,64% ke level 9.133.
- Penguatan didukung saham perbankan besar menjelang laporan keuangan dan ekspektasi pembagian dividen investor.
- Tekanan pelemahan rupiah hingga Rp 16.955 per dolar AS tidak menahan laju kenaikan IHSG hari itu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesaat ke level tertinggi dalam sejarah, pada penutupan Senin, 19 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 0,64 persen ke level 9.133, meskipun sentimen global dibayangi ketegangan geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan hari ini, rupiah tertekan hingga menyentuh level Rp 16.955 per dolar AS, seiring meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Eropa. Namun, tekanan tersebut tidak mampu menahan laju penguatan IHSG.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengungkapkan, penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham perbankan besar yang menguat menjelang musim rilis laporan keuangan (earning season).
Selain itu, ekspektasi pembagian dividen turut mendorong minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat terjadi pelebaran histogram positif pada indikator MACD yang didukung oleh peningkatan volume beli.
Sementara itu, Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji area 9.150–9.200 dalam waktu dekat.
Adapun level teknikal yang perlu diperhatikan pelaku pasar, yakni resistance di 9.200, pivot di 9.100, dan support di 9.000.
Di sisi lain, mayoritas indeks saham di kawasan Asia justru ditutup melemah pada perdagangan yang sama. Sentimen negatif datang dari meningkatnya ketegangan politik terkait Greenland serta rilis data ekonomi China yang menunjukkan perlambatan.
Sementara itu, bursa saham Eropa dibuka melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap produk dari delapan negara anggota NATO yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Tekanan sentimen global tersebut turut membuat indeks futures Wall Street bergerak di zona merah.
Baca Juga: Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 78,65 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 35,73 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,8 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 404 saham bergerak naik, sedangkan 328 saham mengalami penurunan, dan 226 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ESTI, ZATA, BELL, INV, ASHA, IKAN, DSFI, ASPR, ERTX, ROCK, FISH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KIOS, TALF, CTBN. SOHO, APLN, NINE, DATA, PGLI, DGIK, WGSH, YPAS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
-
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
-
Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
-
Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender
-
Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
-
Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY
-
PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?
-
MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau
-
Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional