- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim mengetahui penyebab pelemahan Rupiah mendekati Rp17.000 per USD.
- Purbaya menyatakan mampu memperbaiki pelemahan Rupiah dalam waktu singkat jika berwenang melakukannya.
- Rupiah pada Selasa (20/1/2026) ditutup di Rp16.956 per dolar AS, menunjukkan adanya pelemahan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tahu alasan kenapa nilai tukar Rupiah melemah hingga hampir Rp 17 ribu beberapa waktu belakangan. Bahkan dia percaya diri bisa membuat Rupiah menguat hanya dalam waktu semalam.
"Kalau saya tahu alasannya. Saya tahu betul alasannya kenapa, dan betul memperbaikinya dua hari, semalam, dua malam, selesai itu," kata Purbaya usai ditemui di kawasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dikutip Rabu (21/1/2026).
Hanya saja ia ogah merinci alasan kenapa Rupiah lemah karena itu adalah wewenang Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.
"Tapi saya bukan bank sentral. Ngomong itu saja salah barusan. Sudah, Rupiah sudah ya, BI saja," lanjut dia.
Ia menegaskan kalau Menteri Keuangan selaku otoritas fiskal tidak bisa melakukan intervensi ke Bank Indonesia. Namun Purbaya bakal ikut menanyakan alasan kenapa Rupiah melemah.
"Karena saya nggak bisa intervensi untuk kebijakan, itu kan otoritas bank sentral," tegasnya.
Diketahui nilai tukar masih bertahan di zona merah pada, Selasa (20/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp16.956 per dolar AS atau USD.
Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk dengan melemah 0,01 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.955 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.981 per dolar AS.
Baca Juga: Bank Indonesia Diramal Bakal Tahan Suku Bunga, Ini Pertimbangannya
Tag
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Diramal Bakal Tahan Suku Bunga, Ini Pertimbangannya
-
Jadi Kandidat Calon Deputi Gubernur BI, Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra
-
Digelar Jumat dan Senin, Keponakan Prabowo Bakal Uji Kelayakan Jadi Deputi Gubernur BI
-
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra, Jadi Calon Kuat Deputi Gubernur BI
-
Purbaya Santai Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Enggak Kita Sekarang Krisis & Resesi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya