- Menteri Keuangan menyatakan defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun (2,92% PDB) namun tidak dikhawatirkan.
- Defisit tersebut merupakan konsekuensi kebijakan kontra siklus guna menggairahkan permintaan dan penawaran domestik.
- Purbaya memastikan defisit APBN 2025 tidak akan melampaui batas aman tiga persen sesuai ketentuan undang-undang.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak khawatir soal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang hampir mencapai 3 persen.
Menkeu Purbaya menyebut kalau defisit APBN yang mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) itu adalah hal lumrah untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Justru gini, defisit fiskal itu dipakai seperti itu, untuk apa? Untuk menggairahkan perekonomian dalam negeri. Kita hidupkan sisi permintaan maupun penawaran di dalam negeri," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, dikutip Selasa (20/1/2026).
Purbaya mengungkapkan kalau kondisi ekonomi Indonesia sudah lambat sejak awal tahun hingga Agustus 2025.
Jika tidak ada strategi dari Pemerintah, Bendahara Negara mengklaim kalau Indonesia bisa memasuki masa krisis dan resesi.
"Jadi kita perlu instrumen untuk memastikan semuanya berbalik. Kalau enggak kita sekarang sudah menuju krisis. Resesi dan krisis. Tapi kan kita sudah balikkan," terang dia.
Ia menilai kalau defisit APBN yang mencapai ambang batas 3 persen itu adalah suatu konsekuensi logis dari strategi countercycilical atau kontra siklus.
"Jadi defisit fiskal adalah suatu konsekuensi logis dari kita menjalankan countercycilical, untuk membalik arah perekonomian dan sekarang ekonominya sudah berbalik arah. Jadi prospek kita ke depan akan lebih bagus. Itulah yang disebut kebijakan fiskal yang cerdas saya pikir," paparnya.
Lebih lanjut Purbaya memastikan defisit APBN tidak akan melebihi 3 persen seperti yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Baca Juga: Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Ia meminta publik untuk tidak khawatir dengan defisit APBN.
"Yang pasti enggak lewat. Jadi di situ kita nilai. Tapi kita berikan dorongan yang optimal buat perekonomian. Kalau enggak, kita sudah susah semua sekarang," jelasnya.
Diketahui defisit APBN hingga akhir Desember 2025 melebar hingga Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit APBN 2025 ini naik dari rencana awal sebesar 2,53 persen.
Berita Terkait
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri
-
Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari
-
Purbaya Ogah Tambah Dana SAL ke Bank, Klaim Kredit Segera Tumbuh
-
Purbaya Mau Tarik Cukai dari Rokok Ilegal, Ancam Tutup Jika Masih Nakal
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara
-
DPR Telah Jadwalkan 'Fit and Proper Test' Calon Deputi Gubernur BI Keponakan Prabowo
-
Emiten IRSX Jadikan Konser Hybrid Jadi Ladang Cuan Baru
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
IHSG Hanya Naik Tipis 0,01% Hari Ini, Meski Harga Emas Pecah Rekor
-
Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri
-
Kabar Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur BI Dorong Rupiah Jatuh ke Level Rp 16.956
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari