- Manajemen UDNG belum tanda tangani perjanjian akuisisi dengan pihak mana pun.
- Belum ada rencana resmi ubah haluan dari perikanan ke infrastruktur digital.
- Tambak udang tetap beroperasi normal menjalankan siklus budidaya vannamei.
Suara.com - Emiten budidaya udang, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG), akhirnya buka suara terkait rumor pasar yang menyebutkan adanya rencana pengambilalihan (akuisisi) saham perusahaan oleh pengusaha senior Hashim Djojohadikusumo dan perusahaan investasi Northstar Group.
Rumor yang beredar di kalangan pelaku pasar tersebut bahkan menyebutkan adanya potensi perubahan lini bisnis utama UDNG, dari sektor perikanan beralih ke sektor infrastruktur digital.
Direktur Utama PT Agro Bahari Nusantara Tbk, Vincent Lukito, memberikan penjelasan resmi untuk menjaga transparansi informasi kepada investor.
Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (21/1/2026), Vincent menegaskan hingga saat ini, Pemegang Saham Pengendali (PSP) UDNG belum menandatangani perjanjian mengikat terkait penjualan saham kepada pihak mana pun.
"Terlepas dari isu akuisisi yang beredar, operasional di tambak utama tetap berjalan stabil. Perseroan masih fokus menjalankan siklus budidaya udang vannamei," kata Vincent.
Dia menambahkan mengenai isu perubahan sektor usaha menjadi infrastruktur digital serta jadwal (timeline) pengambilalihan, manajemen menyatakan tidak mengetahui detail rencana tersebut.
Meski pasar terus berspekulasi mengenai keterlibatan nama besar seperti Hashim Djojohadikusumo dan Northstar, manajemen UDNG menekankan bahwa struktur kepengurusan perseroan masih tetap sama dan belum ada perubahan yang direncanakan dalam waktu dekat.
Sebelumnya rumor kuat tentang akuisisi saham UDNG menjadi perhatian pelaku pasar modal. Pasalnya, perusahaan yang dimiliki Hashim Djojohadikusumo dikabarkan masuk dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) UDNG.
Baca Juga: Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah
Selain nama Hashim, anak usaha milik konglomerat Sugianyo Kusuma alias Aguan juga masuk ke dalam DPS UDNG. Kabar tersebut mencuat setelah kolaborasi strategis antara Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, bersama Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan investor global Northstar Group.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya