Bisnis / Makro
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:51 WIB
Ilustrasi Pupuk. (Unsplash.com)
Baca 10 detik
  • Pembangunan KIP Fakfak dianggap strategis mendorong transformasi ekonomi berkeadilan di Papua melalui penguatan sektor hulu dan hilir.
  • Kawasan industri ini berpotensi menurunkan biaya distribusi logistik karena kedekatan geografis Fakfak dengan jalur maritim timur Indonesia.
  • Manfaat ekonomi berkelanjutan memerlukan prasyarat inklusif, seperti perlindungan hak adat dan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, Hilirisasi sumber daya alam di Papua dinilai menjadi agenda penting untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang selama ini lebih banyak dinikmati wilayah lain.

Revindo bertutur kalau pengembangan industri pengolahan di Papua, termasuk industri pupuk di Fakfak, dipandang bukan semata sebagai strategi pertumbuhan ekonomi, melainkan juga sebagai upaya pengendalian biaya hidup dan penguatan ketahanan ekonomi wilayah.

Pandangan ini sejalan dengan arah kebijakan perencanaan nasional. Bappenas menegaskan bahwa industrialisasi berbasis wilayah di kawasan timur Indonesia, termasuk Papua, merupakan prasyarat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan berkeadilan secara spasial.

“Dengan demikian, urgensi percepatan pembangunan ekonomi di Papua bukan hanya soal mengejar angka pertumbuhan, tetapi mendesak untuk diarahkan pada diversifikasi ekonomi, penciptaan lapangan kerja lokal, dan penguatan sektor produktif non-ekstraktif agar manfaat pembangunan lebih dirasakan oleh masyarakat,” beber dia.

Kendati begitu Revindo menyatakan terdapat prasyarat khusus seperti pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, prioritas penyerapan dan pelatihan tenaga kerja lokal, penguatan UMKM Papua dalam rantai pasok industri, serta standar lingkungan yang ketat, agar pembangunan kawasan industri di Papua dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.

“Manfaat tersebut tidak bersifat otomatis, sehingga diperlukan pendekatan pembangunan yang inklusif khususnya di daerah dengan karakter sosial dan budaya yang khas seperti Papua. Bappenas menegaskan bahwa tanpa pendekatan sosial-budaya yang kontekstual, manfaat dari industrialisasi di Papua berisiko tidak akan optimal," tandasnya. 

Load More