- Petrokimia Gresik bangun tangki asam sulfat 40.000 ton guna perkuat bahan baku pupuk NPK nasional.
- Proyek berlokasi di Gresik ini ditargetkan beroperasi Mei 2027 untuk dukung swasembada pangan.
- Langkah ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri.
Suara.com - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, resmi memulai pembangunan proyek tangki asam sulfat guna memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional.
Proyek berkapasitas total 40.000 ton ini ditandai dengan proses ground breaking oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, dan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan mandiri di tengah tantangan geopolitik global.
Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi.
Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia Group yang berhasil mendorong tercapainya target swasembada pangan lebih cepat di tahun 2025.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa asam sulfat adalah komponen krusial dalam produksi NPK. Sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia dengan kapasitas 2,7 juta ton per tahun, ketersediaan bahan baku yang stabil sangat vital.
"Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan melalui penyediaan pupuk berkualitas," ujar Daconi.
Dalam pengerjaannya, Petrokimia Gresik berkomitmen mengedepankan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta kelestarian lingkungan, termasuk menjalin kerja sama medis dengan RS Petrokimia Gresik untuk mitigasi kondisi darurat.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pusat Produksi Ban Dunia Lewat Peresmian Pabrik Baru Sailun Group di Demak
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
-
Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg