- Pemerintah Indonesia berencana membentuk BUMN baru untuk memperkuat rantai pasok tekstil dan garmen nasional dengan investasi sekitar US$ 6 miliar.
- Pembentukan BUMN ini merupakan mandat Badan Pengelola Investasi Danantara, sebagai respons atas krisis yang menimpa sektor padat karya, termasuk Sritex.
- Strategi BUMN baru ini meliputi integrasi hulu ke hilir untuk mengatasi kelemahan rantai nilai, khususnya pada produksi benang dan kain.
Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan industri tekstil dan garmen nasional. Melalui skema investasi besar, negara berencana membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang akan memfokuskan operasionalnya pada penguatan rantai pasok pakaian nasional, serupa dengan peran yang pernah dijalankan oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa proyeksi kebutuhan investasi untuk membangun entitas BUMN ini mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp101,4 triliun (asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS). Langkah ini dipandang sebagai respons konkret pemerintah terhadap krisis yang menimpa sektor padat karya belakangan ini.
Pelajaran dari Sritex dan Misi Danantara
Prasetyo menjelaskan bahwa wacana ini merupakan bagian dari mandat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Fokus utama badan ini adalah mengelola masalah garmen dan tekstil, terutama pasca kejadian yang menimpa Sritex. Pemerintah menilai Sritex memiliki nilai strategis yang sangat besar karena mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan dan menyuplai kebutuhan pakaian serta seragam, baik untuk pasar domestik maupun ekspor global.
“Kegiatan ekonominya tetap harus berjalan karena di sana cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan. PT Sritex bagaimanapun harus kita selamatkan,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Saham Tekstil Meledak, Sejumlah Emiten Sentuh ARA
Rencana ambisius ini langsung memicu euforia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Senin (19/1/2026), saham-saham sektor tekstil mengalami reli tajam, bahkan banyak yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di tengah kenaikan IHSG yang menembus level 9.000.
Berikut rincian pergerakan saham tekstil yang melonjak signifikan:
- PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL): Meroket 34,55% ke posisi 148
- PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI): Melonjak 33,68% ke level 254
- PT Indocycle Technology Group Tbk (INOV): Menguat 28,96% ke harga 236
- PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR): Naik 20,11% menjadi 4.180
- ZATA (Bersama Zatta Jaya): Mencatatkan fenomena luar biasa dengan melesat ke level Rp115 dari harga terendahnya di Rp6.
Pengamat ekonomi, Febrian Maulana Putra, menilai fenomena ini sebagai respons positif pasar terhadap dana triliunan rupiah yang disiapkan pemerintah.
Baca Juga: AGTI : Pemerintah Melalui Menkeu Purbaya Tunjukan Komitmen Kelancaran Bahan Baku Tekstil
Namun, ia mengingatkan investor agar tetap waspada dan tidak terjebak perilaku FOMO (fear of missing out), serta tetap memperhatikan laporan keuangan masing-masing emiten.
Strategi Diferensiasi dan Integrasi Hulu ke Hilir
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa BUMN Tekstil ini dirancang untuk memberikan dukungan afirmatif dari sektor hulu, intermediate (antara), hingga ke hilir (produk jadi). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang untuk membangkitkan kembali kekuatan industri pakaian yang sempat melemah.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa Indonesia memiliki kelemahan pada rantai nilai (value chain) khususnya di produksi benang, kain, hingga proses finishing. “Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali dalam bentuk entitas baru, bukan menghidupkan yang lama,” tegas Airlangga.
Sementara itu, CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyatakan pihaknya sangat terbuka untuk investasi yang memiliki dampak penciptaan lapangan kerja tinggi, meskipun tingkat pengembaliannya (return) mungkin di bawah rata-rata parameter investasi umum. Saat ini, Danantara tengah fokus melakukan studi kelayakan (feasibility study) yang menyeluruh agar BUMN baru ini memiliki strategi diferensiasi yang kuat sehingga mampu bersaing dengan kompetitor dari negara-negara Asia lainnya.
Sebagai informasi sejarah, Indonesia sebelumnya memiliki BUMN di sektor ini yakni PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dan PT Primissima (Persero).
Nasib keduanya cukup miris, PT Industri Sandang Nusantara (Persero) (ISN) dan PT Primissima (Persero) berujung pada krisis keuangan serius, penutupan, dan restrukturisasi karena ketidakmampuan beradaptasi dengan pasar dan utang yang menumpuk.
Bahkan, untuk Prmissima, sejumlah eks karyawan hingga kini dikabarkan belum menerima hak mereka.
Berita Terkait
-
Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan
-
Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
-
Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
-
Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah