Bisnis / Makro
Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:32 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Perum Bulog mendapat penugasan menyerap beras empat juta ton pada tahun 2026, meningkat dari tiga juta ton tahun sebelumnya.
  • Selain beras, Bulog juga ditargetkan menyerap jagung satu juta ton serta kedelai sebanyak tujuh puluh ribu ton.
  • Bulog menyiapkan logistik dan tambahan gudang sekitar dua juta ton, didukung dana OIP pemerintah Rp 39,1 triliun.

Suara.com - Perum Bulog mendapat penugasan lebih besar pada 2026 untuk menyerap beras mencapai 4 juta ton pada tahun 2026 ini.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2025 yang ditugaskan menyerap 3 juta ton beras dari petani.

"2026 Bulog juga diberikan target yang lebih besar dibanding tahun 2025. Yang mana tahun 2025 kami diberi target penyerapan beras totalnya adalah 3 juta ton, di tahun 2026 ini kami ditargetkan 4 juta ton," ujar Rizal dalam temu media di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Ilustrasi stok beras di salah satu gudang bulog. Kelangkaan beras di pasaran yang menyebabkan tingginya harga bahan pokok tersebut menjadi persoalan di tingkat pedagang dan pembeli. [Antara]

Tak hanya beras, Bulog juga mendapat penugasan penyerapan komoditas lain. Di antaranya penyerapan jagung yang ditargetkan mencapai 1 juta ton serta kedelai sebanyak 70 ribu ton.

"Harapan kami ini juga bisa kami laksanakan tugas-tugas dari pemerintah ini. Baik penyerapan beras 4 juta ton, dan kemudian penyerapan jagung juga 1 juta ton, kemudian penyerapan kedelai juga total 70.000 ton," ucapnya.

Rizal menyebut, Bulog berupaya melaksanakan penugasan tersebut secara maksimal. Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, agar target penyerapan pangan itu dapat terealisasi sesuai rencana.

“Harapan ini juga akan kami laksanakan semaksimal mungkin dan kami mohon support dan dukungan dari teman-teman media,” ujarnya.

Menurut Rizal, penugasan penyerapan yang lebih besar pada 2026 sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Bulog pun disebut tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan target tersebut.

Salah satu persiapan yang dilakukan Bulog adalah menyiapkan dukungan logistik, termasuk kesiapan gudang untuk menampung hasil penyerapan.

Baca Juga: Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton

Rizal mengatakan, Bulog saat ini memiliki gudang yang terdiri dari 1.586 gudang milik sendiri dan masih ada 100 lebih gudang sewa.

Ia menyebut, kapasitas ruang gudang yang kosong saat ini masih sekitar 900 ribu ton. Selain itu, Bulog juga sudah menyiapkan gudang cadangan yang kapasitasnya mencapai 1,2 juta ton.

"Jadi kalau dihitung dengan space gudang yang kosong 900 ribu ton ditambah dengan 1,2 juta ton, jadi sudah mencapai 2,1 juta ton," tutur Rizal.

Meski begitu, Bulog tetap akan mencari tambahan gudang untuk mendukung target penyerapan 4 juta ton beras. Sebab, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini masih mencapai 3,2 juta ton.

"Namun kami juga sudah perintahkan tetap untuk mencari gudang-gudang tambahan. Karena apa? Karena gudang ini mau tidak mau akan menampung 4 juta ton tambahan yang akan masuk, sedangkan yang masih di gudang kita ini masih ada 3,2 juta ton," katanya.

Ia menambahkan, Bulog masih mendorong jajarannya untuk mencari tambahan kapasitas gudang sekitar 2 juta ton. Namun, upaya tersebut akan dilakukan pada semester II-2026.

Load More