Suara.com - PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), emiten yang bergerak di lini depan industri pendukung otomotif nasional, terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi manufaktur terintegrasi.
Berbasis pada keahlian pengerjaan logam presisi, perusahaan ini menjadi mitra strategis bagi sektor otomotif maupun non-otomotif di Indonesia, khususnya dalam pengadaan komponen teknis tingkat tinggi.
Kegiatan usaha utama perseroan berfokus pada pembuatan Dies, Mold, Precision Part, Jig, Checking Fixture, hingga Stamping Part.
Tak hanya itu, ISAP juga melebarkan sayap melalui unit usaha penunjang di bidang perdagangan besar bahan konstruksi serta jasa industri pengerjaan khusus logam.
Struktur Kepemilikan dan Manajemen Perseroan
Berdasarkan data terbaru, peta kepemilikan saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk menunjukkan dominasi entitas lokal sebagai pengendali.
Berikut adalah rincian komposisi pemegang saham perseroan:
PT Dua Putra Bersinergi: Memegang posisi sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 52,88% atau setara 2,12 miliar lembar saham.
Masyarakat (Publik): Memiliki porsi signifikan sebesar 46,49%, yang mencerminkan likuiditas saham yang cukup tinggi di pasar modal.
Baca Juga: CBDK Catat Kapitalisasi Pasar Rp44 Triliun di Tengah Ekspansi Infrastruktur
Asrullah: Selaku individu, mendekap porsi sebesar 0,63%.
Di kursi manajerial, perseroan dipimpin oleh figur-figur berpengalaman. Asriani Natong menjabat sebagai Presiden Komisaris, didampingi Danny Eugene Diepenhorst sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, operasional perusahaan dikomandoi oleh Asrullah selaku Presiden Direktur dan Budiharto sebagai Direktur.
Pengawasan kepatuhan keuangan dipercayakan kepada Komite Audit yang diketuai oleh Agus Sudiyar Tanjung.
Rapor Keuangan: Tantangan di Tengah Fluktuasi Industri
Kinerja keuangan ISAP dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang cukup kontras, terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar manufaktur nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu