Hingga pertengahan tahun 2025, perseroan menghadapi tantangan profitabilitas yang cukup signifikan.
Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan berkala ISAP:
Q2 - 2025: Perseroan membukukan penghasilan sebesar Rp5,95 miliar, namun harus mencatatkan kerugian bersih senilai Rp2,53 miliar.
Tahun 2024: ISAP menutup tahun dengan penghasilan Rp35,72 miliar dan laba bersih Rp1,42 miliar. Pada periode Q2-2024, perusahaan mencetak laba Rp547 juta dari pendapatan Rp24,22 miliar.
Tahun 2023: Merupakan periode puncak kinerja dalam tiga tahun terakhir, di mana pada kuartal keempat (Q4) perusahaan berhasil meraih penghasilan sebesar Rp76,84 miliar dengan laba bersih mencapai Rp1,96 miliar.
Penurunan pendapatan dan laba pada kuartal kedua 2025 menjadi indikator bagi para pelaku pasar untuk mencermati strategi efisiensi yang akan diambil manajemen ke depan.
Penurunan ini diduga berkaitan dengan perubahan permintaan pada rantai pasok industri otomotif serta kenaikan biaya operasional pengerjaan logam.
Kontributor : Rizqi Amalia
Baca Juga: CBDK Catat Kapitalisasi Pasar Rp44 Triliun di Tengah Ekspansi Infrastruktur
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir