- Saham DEWA diprediksi menguat setelah perpanjangan kontrak strategis senilai Rp10,5 triliun dengan Arutmin Indonesia.
- Perusahaan juga didukung sentimen positif dari program pembelian kembali saham (buyback) yang terealisasi Rp590 miliar.
- Meskipun ada katalis positif, BEI masih menyematkan Notasi L pada saham DEWA karena keterlambatan laporan keuangan Q3/2025.
Suara.com - Saham emiten jasa pertambangan Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), tengah menjadi primadona di pasar modal. Meski masih ada tekanan melemah, harganya diprediksi akan terus menguat menuju level psikologis Rp900 per lembar saham.
Optimisme ini muncul setelah perusahaan mengumumkan perpanjangan kontrak strategis senilai triliunan rupiah serta kelanjutan aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham DEWA sempat menyentuh level tertinggi di Rp805 sebelum akhirnya terkoreksi tipis dan bertahan di posisi Rp770 per lembar.
Namun demikian, sentimen positif masih mendominasi pergerakan emiten ini.
Katalis utama penguatan DEWA adalah penandatanganan perpanjangan kontrak dengan PT Arutmin Indonesia pada 19 Januari 2026. Kontrak ini mencakup dua lokasi tambang utama di Kalimantan Selatan, yaitu Proyek Kintap dan Asam Asam.
Berikut adalah rincian poin penting dalam kontrak baru tersebut:
- Estimasi Nilai Proyek: Mencapai Rp10,5 triliun.
- Durasi Kontrak: Bersifat Life of Mine atau berlaku selama umur tambang tersebut masih ada.
- Target Produksi: Estimasi volume pemindahan tanah (overburden) sebesar 252 juta bcm dan produksi batu bara sebanyak 50 juta ton.
Direktur & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan bukti kepercayaan tinggi Arutmin terhadap kapabilitas DEWA sebagai mitra jangka panjang.
Langkah ini juga memberikan kepastian operasional dan dipastikan akan memperkuat fundamental keuangan perusahaan secara signifikan.
Selain kontrak tambang, harga saham DEWA juga ditopang oleh program buyback yang dijadwalkan berlangsung hingga 19 Februari 2026. Hingga update terbaru pada 23 Januari 2026, realisasi dana yang telah digunakan perusahaan adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
- Alokasi Dana: Manajemen mengalokasikan total dana hingga Rp950 miliar.
- Realisasi Saat Ini: Dana yang sudah terpakai mencapai sekitar Rp590 miliar (akumulasi dari periode Desember hingga Januari).
- Sisa Dana: Masih terdapat sisa anggaran sekitar Rp360 miliar yang berpotensi terus menyerap saham di pasar dalam satu bulan ke depan.
Sebelumnya, DEWA telah berhasil melakukan buyback sebanyak 867 juta lembar saham dengan harga rata-rata Rp554 per saham. Sisa dana yang cukup besar ini menjadi jaring pengaman (buffer) bagi harga saham DEWA di pasar sekunder.
Target Harga Hingga Rp1.500?
Sejumlah sekuritas memberikan pandangan yang sangat optimistis terhadap prospek saham DEWA. Berdasarkan data TradingView, sebanyak 11 analis menyematkan rating BUY (Beli) untuk emiten ini.
Target Jangka Pendek: Diprediksi menuju Rp820 hingga Rp900 jika tekanan beli terus konsisten.
BCA Sekuritas: Mematok target harga lebih agresif di level Rp1.100.
UOB Kay Hian Sekuritas: Memberikan proyeksi paling tinggi hingga mencapai Rp1.500.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246
-
Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang
-
IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
-
Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram
-
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur
-
Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram
-
Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat
-
Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini