- Nilai tukar rupiah menguat 38 poin menjadi Rp 16.782 pada Senin, 26 Januari 2026, di tengah ketegangan geopolitik global.
- Tekanan eksternal dipicu retorika Trump terkait Arktik dan gesekan dagang AS dengan Kanada serta penantian kebijakan The Fed.
- Rupiah ditopang komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas melalui intervensi pasar dan prospek ekonomi domestik yang baik.
Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 38 poin jadi Rp 16.782 pada perdagangan Senin,26 Januari 2026. Kondisi ini terjadi saat pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik serta menanti arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut tekanan eksternal datang dari meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu NATO terkait Greenland.
"Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," ujar Ibrahim dalam keterangannya.
Situasi tersebut diperparah oleh meningkatnya gesekan dagang AS dan Kanada. Ibrahim menyebut, Trump bahkan mengancam akan menerapkan tarif tinggi jika Ottawa melanjutkan kerja sama dagang dengan China.
Melalui sosial medianya, Trump menulis Kanada dapat digunakan sebagai “pelabuhan transit” untuk barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan bahwa Beijing akan “memakan Kanada hidup-hidup” jika kesepakatan tersebut berjalan.
Dari sisi kebijakan moneter, Ibrahim menyebut pasar juga menanti keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan mengakhiri pertemuan kebijakan pada Rabu. Ia menyebut, pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan.
"Investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," kata Ibrahim.
Selain itu, pasar juga menyoroti langkah Trump terkait pemilihan Ketua Fed berikutnya. Menurut Ibrahim, hal tersebut memunculkan kekhawatiran bank sentral AS bisa terdorong ke jalur kebijakan yang lebih longgar.
"Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar," jelasnya.
Baca Juga: Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menilai rupiah mendapat dukungan dari komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menyebut intervensi dilakukan melalui beberapa instrumen.
"Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot," katanya.
Ia menambahkan, BI meyakini rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat. Hal itu didukung imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih baik.
"Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar," jelasnya.
Selain sentimen BI, ibrahim juga menilai pasar merespons positif agenda uji kelayakan dan kepatutan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI.
"Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB," ucap Ibrahim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim