- Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Instruksi Menteri sebagai dasar program pemulihan IKM terdampak bencana di Sumatera.
- Data per 23 Januari menunjukkan 2.826 IKM terdampak, terbesar di Aceh (1.960 unit), dominan sektor pangan dan furnitur.
- Pemulihan IKM mencakup dua tahap hingga 2026, fokus pada bantuan mesin dan peralatan dengan estimasi total anggaran Rp 318 miliar.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan langkah pemerintah dalam memulihkan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Program tersebut disiapkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.
Agus menyebut, Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Instruksi Menteri sebagai dasar program pemulihan industri kecil di daerah terdampak bencana.
"Sebetulnya, Pimpinan dan Anggota Komisi VII yang terhormat, kami di Kemenperin sudah menerbitkan apa yang disebut dengan Instruksi Menteri," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, Instruksi Menteri 01/2026 tentang Pemulihan Industri Kecil di Daerah Terdampak Bencana bahkan telah terbit lebih dulu dibanding Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Pemulihan Bencana.
"Maka ketika Keppres terbit, program yang sudah digariskan dalam Instruksi Menteri itu kita akan, kita akan integrasikan, ya kita akan integrasikan dalam program besar yang dikoordinasi oleh Satgas Pemulihan Bencana," ucapnya.
Dalam paparannya, Agus menyampaikan data rekapitulasi per 23 Januari menunjukkan terdapat 2.826 IKM terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.
Menperin merinci, konsentrasi terbesar IKM terdampak berada di Provinsi Aceh dengan 1.960 IKM.
"Dengan konsentrasi terbesar di Provinsi Aceh 1.960 industri kecil menengah, Sumatera Barat 647 industri kecil menengah, dan Sumatera Utara 217 industri kecil menengah," ujarnya.
Agus menambahkan, berdasarkan subsektor, IKM terdampak didominasi sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan sebanyak 1.706 unit. Lalu sektor kimia, sandang, dan kerajinan sebanyak 699 unit.
Baca Juga: Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
"Serta logam, mesin, dan aneka sebanyak 408 unit, dan sektor jasa sebanyak 11 unit," ucapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menegaskan dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal.
Menurutnya, rencana pemulihan industri kecil pascabencana disusun melalui dua pendekatan. Yakni berbasis sentra IKM melalui Rumah Produksi Bersama, serta berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Industri Kecil.
Program pemulihan tersebut akan difokuskan pada bantuan mesin dan peralatan sederhana, layanan produksi sementara, koordinasi lintas kementerian/lembaga, hingga pemenuhan kebutuhan pendukung seperti bahan baku, akses pasar, dan pembiayaan.
Kemenperin juga menyiapkan skema Restart Industri Kecil Pascabencana yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada Januari hingga Februari 2026 melalui bantuan cepat lewat KUB.
"Yaitu tahap pertama, Januari sampai Februari 2026, itu kami fokuskan pada pemberian bantuan cepat melalui KUB untuk bisa memungkinkan atau memastikan membantu industri kecil segera memulai kembali kegiatan usahanya," kata Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
-
PPRO Dorong Transformasi Bisnis Lewat Pendekatan Berbasis Pengalaman Konsumen
-
Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Akui Sentimen Pasar Negatif
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
-
Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD
-
IHSG Menguat Tipis, Emiten Tambang Emas Berjaya
-
GenKBiz Surabaya, Komitmen KB Bank Cetak Wirausaha Muda Inovatif Berbasis ESG
-
Bulog Klaim Margin 7% Bukan Tambah Cuan, Tapi Kompensasi