- Menteri Perindustrian menyatakan industri makanan dan minuman adalah penopang utama laju industri pengolahan nonmigas nasional.
- Pada Triwulan III 2025, PDB industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 pers, melebihi PDB nasional (5,04 persen).
- Sektor ini menyerap 6,67 juta pekerja dan mencatat surplus neraca dagang sebesar USD 29,7 miliar pada 2025.
Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai industri makanan dan minuman bisa terus berkembang, bahkan miliki penopang laju industri pengolahan nonmigas.
Berdasarkan data Kemenperin, pertumbuhan PDB industri makanan dan minuman pada triwulan III 2025 tercatat mencapai 6,49 persen.
Angka itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58 persen maupun pertumbuhan PDB nasional yang berada di level 5,04 persen.
"Industri makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam dan permintaan domestik yang terus meningkat," ujar Agus dalam acara business matching Pati Ubi Kayu di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Agus menjelaskan, sektor mamin tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Kondisi ini membuat industri mamin dinilai sebagai subsektor yang paling dominan dalam menopang performa manufaktur nasional.
"Pada kuartal III Tahun 2025, PDB industri makanan dan minuman mampu bertumbuh sebesar 6,49 persen lebih tinggi dari pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas sebesar 5,58 persen dan PDB nasional sebesar 5,04 persen," kata Agus.
Dari sisi tenaga kerja, industri makanan dan minuman juga menjadi sektor yang menyerap jutaan pekerja. Data paparan mencatat tenaga kerja industri mamin per Agustus 2025 berada di angka 6,67 juta orang.
Selain itu, kinerja perdagangan sektor mamin juga tercatat kuat. Neraca dagang industri makanan dan minuman pada Januari–Oktober 2025 menunjukkan ekspor sebesar 40,8 miliar dolar AS dan impor 11,1 miliar dolar AS, sehingga mencatat surplus 29,7 miliar dolar AS.
Dari sisi investasi, industri mamin juga menunjukkan geliat yang cukup besar. Data paparan mencatat penanaman modal asing (PMA) sektor mamin sebesar Rp 26,2 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp 54,3 triliun.
Baca Juga: Menperin: Kuasai 79% Pasar, Industri Pati Ubi Kayu Masih Terjepit Impor
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli
-
Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara
-
Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027