- BPJN Aceh memulai perbaikan struktur jalan nasional rusak pascabanjir, fokus pada ruas Banda Aceh–Medan strategis.
- Perbaikan menggunakan metode *patching* dan material seperti TCM serta *hotmix* mencakup sekitar 4 kilometer jalur tersebut.
- Menteri PU menyatakan konektivitas jalan vital untuk percepatan pemulihan sosial ekonomi pascabencana di wilayah terdampak.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, mulai melakukan perbaikan struktur jalan yang rusak pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini dilakukan setelah pembersihan lumpur dan sedimen di sejumlah ruas jalan nasional rampung secara bertahap.
Penanganan difokuskan pada ruas strategis Jalan Nasional Banda Aceh–Medan yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah dan antarprovinsi.
Ruas tersebut dinilai krusial dalam menjaga arus distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan konektivitas jalan menjadi urat nadi pemulihan pascabencana. Menurutnya, akses transportasi yang cepat, aman, dan andal sangat menentukan percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Konektivitas adalah kunci. Jalan yang kembali fungsional akan mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penanganan pascabencana tidak berhenti pada pembersihan, tetapi harus dilanjutkan dengan perbaikan agar layanan jalan benar-benar pulih,” ujar Dody dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Selain pembersihan badan jalan dan drainase, BPJN Aceh juga mulai menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Penanganan dilakukan melalui metode patching agar kondisi jalan tetap aman dilalui kendaraan.
“Lubang-lubang ini kita coba tutup. Sudah kita lakukan penutupan dengan patching-patching agar jalan tetap aman dan fungsional,” ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Heri Yugiantoro.
Baca Juga: Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
Heri menjelaskan, perbaikan rutin dilakukan menggunakan metode patching dan sapu lubang atau salob.
Material yang digunakan meliputi Tambalan Cepat Mantap (TCM), bongkaran aspal dengan Cold Milling Machine (CMM), serta pelapisan hotmix di sejumlah titik prioritas.
Pekerjaan perbaikan telah dilaksanakan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di jalur lintas Banda Aceh–Medan yang melintasi Kota Kuala Simpang dan sekitarnya. Titik-titik kritis menjadi prioritas agar kemantapan jalan dapat segera terjaga.
“Kami fokus pada titik-titik kritis terlebih dahulu. Ke depan, perbaikan akan dilanjutkan secara bertahap hingga ke batas Provinsi Sumatera Utara. Beberapa titik di perbatasan Aceh–Sumut juga sudah mulai ditangani,” tambah Heri.
Dalam pelaksanaannya, BPJN Aceh turut menggandeng sejumlah BUMN Karya untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Dukungan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas antarprovinsi selama tahapan perbaikan berlangsung.
Berita Terkait
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui