- Operasional Wilayah Kerja Rokan telah kembali normal setelah kebocoran pipa PT TGI berhasil diatasi.
- Saat ini, fokus dilakukan pada optimalisasi penyerapan gas yang disalurkan untuk mendukung penuh operasional Rokan.
- Gangguan sebelumnya menyebabkan potensi kerugian lifting minyak nasional mencapai sekitar dua juta barel di awal tahun.
Suara.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan operasional Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau mulai jalan kembali.
Sebelumnya, blok minyak tersebut, sempat terganggu karena kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) beberapa waktu lalu.
Laode menyebutkan kebocoran sudah berhasil diatasi, tapi pendistribusian sedang diupayakan agar gas yang disalurkan dapat diserap secara optimal.
"Kondisi operasi sudah normal. Sekarang proses agar gas yang disalurkan ini bisa diserap oleh Rokan. Kalau pengiriman sudah normal," ujar Laode saat ditemui wartawan usai rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (27/1/2026).
Namun, Ia menjelaskan, produksi Rokan belum sepenuhnya kembali normal, karena butuh penyalarasan sistem secara penuh.
"Tapi kan karena agak lama terganggu, Rokan-nya butuh penyesuaian untuk bisa meng-absorb secara full. Tapi itu sudah proses," imbuh Laode
Sebagaimana diketahui, kebocoran pipa milik PT TGI berdampak terhadap produksi minyak di Rokan , karena gas yang disalurkan ke pembangkit listrik untuk operasional Blok Rokan, milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Bahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut gangguan itu berdampak ke lifting minyak nasional, karena potensi kehilangan mencapai 2 juta barel. Hal itu sebagaimana disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI beberapa waktu lalu.
"Kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera. Pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," kata Bahlil.
Baca Juga: Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Atas peristiwa itu Bahlil menegaskan akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi kepada bawahannya.
"Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
-
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
-
Proyek Geothermal Kamojang Digenjot, Rampung 2 Bulan Lebih Cepat
-
Emas Antam Diproyeksi Turun, Cek Ramalan Harganya untuk Pekan Depan
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu