- OJK mengantisipasi pelemahan rupiah yang telah mencapai Rp16.950 per dolar AS, turun 0,40 persen.
- Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK meminta industri perbankan melakukan asesmen risiko pasar serius.
- OJK telah berkomunikasi dengan bank swasta mengenai fluktuasi nilai tukar demi stabilitas sistem keuangan.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengantisipasi pelemahan rupiah yang terus terjadi.
Hal ini dikarenakan mata uang garuda sudah anjlok 0,40 persen ke level Rp16.950 per dolar Amerika Serikat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan risiko pasar yang harus diantisipasi secara serius oleh industri perbankan.
"Kita lihat ya, itu kan masuk salah satu risiko pasar yang harus kita hadapi. Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa," katanya di Gedung DPR, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu risiko pasar yang melekat pada aktivitas perbankan.
Dian menekankan, setiap bank bersama otoritas perlu melakukan asesmen menyeluruh atas tantangan tersebut.
"Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu," katanya.
OJK juga sudah berkomunikasi dengan bank-bank termasuk swasta dalam memperketa agar fluktuasi nilai tukar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.
" Sudah, sudah swasta udah berkomunikasi," tandasnya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
Sebagai informasi, nilai tukar terus menunjukkan pelemahan pada hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (19/1/2026) ditutup pada level Rp16.955 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk. Alhasil, rupiah melemah 0,40 persen persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp l16.896 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.880 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia rupiah yang mengalami pelemahan terdalam.
Disusul peso Filipina yang melemah 0,19 persen, won Korea melemah 0,13 persen. Lalu diikuti rupee India melemah 0,12 persen dan dolar Taiwan melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu