Bisnis / Keuangan
Jum'at, 30 Januari 2026 | 08:34 WIB
Grup GoTo menegaskan komitmennya bahwa keberlanjutan bisnis transportasi daring sangat bergantung pada kesehatan finansial dan fisik para mitranya. Foto Ist.
Baca 10 detik
  • GoTo tegaskan kesejahteraan mitra adalah kunci utama pertumbuhan industri sehat.
  • Program mencakup perlindungan BPJS, modal usaha swadaya, beasiswa, dan bursa kerja.
  • Lebih 210 ribu mitra terproteksi BPJS dengan total klaim manfaat tembus Rp100 miliar.

Suara.com - Grup GoTo menegaskan komitmennya bahwa keberlanjutan bisnis transportasi daring sangat bergantung pada kesehatan finansial dan fisik para mitranya. Melalui peluncuran program Bakti GoTo untuk Negeri, perusahaan memperkuat jaring pengaman sosial bagi ratusan ribu pengemudi di seluruh Indonesia.

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo, menekankan bahwa perusahaan tidak dapat tumbuh secara sehat jika ekosistem mitranya tidak sejahtera.

"Kalau mitra enggak sehat, bisnis enggak bisa tumbuh. Supaya industrinya bisa sehat, kita harus memastikan bahwa mitra-mitra kita mendapatkan pendapatan yang cukup," tegas Hans dalam peluncuran program di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, program Bakti GoTo untuk Negeri merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap perlindungan mitra dan keluarganya. “Program ini adalah komitmen GoTo dalam peningkatan kesejahteraan dan perlindungan mitra driver Gojek dan keluarga,” kata Hans.

Program ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan mencakup empat pilar strategis: perlindungan sosial (BPJS), Bantuan Hari Raya (BHR), beasiswa & bursa kerja, serta Usaha Mitra Swadaya.

Implementasi nyata sudah dirasakan oleh para mitra di berbagai daerah, salah satunya Wardiasto asal Solo yang kini memiliki pemasukan tambahan melalui bengkel motor kolektif yang dikelola bersama rekan sesama mitra dengan fasilitas tempat dan listrik gratis.

Sementara Farid asal Surabaya telah mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan sepenuhnya tanpa harus memikirkan iuran bulanan. Sedangkan Dilan asal Jakarta telah memanfaatkan bursa kerja mitra untuk menjajaki peluang karier formal demi keberlanjutan hidup yang lebih baik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut mengapresiasi langkah ini. Ia mengingatkan bahwa bagi pekerja dengan risiko tinggi seperti pengemudi ojek online, kesehatan adalah aset produktivitas. "Supaya sejahtera, mesti sehat. Kesehatan itu jauh lebih murah daripada kesakitan," ujarnya.

Data dari BPJS Ketenagakerjaan mencatat lebih dari 210.000 mitra GoTo telah terdaftar sebagai peserta. Sepanjang 2023 hingga 2025, manfaat klaim yang disalurkan bahkan telah melampaui angka Rp100 miliar, yang mencakup santunan kecelakaan kerja hingga beasiswa bagi anak mitra.

Baca Juga: GoTo Perkenalkan Empat Inisiatif Baru untuk Perkuat Kesejahteraan Mitra Driver

Langkah GoTo ini dinilai oleh pengamat sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pekerja informal di tengah pembahasan Perpres mengenai transportasi daring yang akan mengatur relasi kemitraan di masa depan.

Load More