- OSL Group raih pendanaan US$200 juta untuk ekspansi global & teknologi stablecoin.
- Fokus pada akuisisi strategis dan pengembangan infrastruktur pembayaran digital patuh regulasi.
- Resmi hadir di Indonesia di bawah pengawasan OJK dengan biaya trading rendah mulai 0,05%
Suara.com - OSL Group, platform perdagangan aset digital dan pembayaran stablecoin di Asia, resmi mengumumkan perolehan pendanaan ekuitas sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,17 triliun.
Langkah strategis ini dirancang untuk memperkokoh struktur permodalan perusahaan sekaligus mempercepat ekspansi global di sektor pembayaran digital.
Manajemen OSL Group menyatakan bahwa dana segar tersebut akan dialokasikan untuk beberapa pilar pertumbuhan utama, di antaranya membidik entitas perdagangan dan pembayaran berlisensi di berbagai yurisdiksi global, pengembangan infrastruktur teknologi untuk solusi pembayaran B2B dan stablecoin dan memperkuat penetrasi di sektor ekonomi riil melalui produk unggulan seperti OSL BizPay dan stablecoin USDGO.
CFO OSL Group, Ivan Wong, menekankan bahwa pendanaan ini merupakan validasi pasar terhadap visi kepatuhan regulasi perusahaan. "Putaran ini memungkinkan kami menangkap peluang tepat waktu untuk mengakuisisi entitas berlisensi di berbagai negara," ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan di Asia Tenggara, OSL Group kini resmi beroperasi di tanah air melalui OSL Indonesia. Platform ini telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OSL Indonesia menawarkan standar keamanan global dengan sentuhan lokal, termasuk biaya trading kompetitif mulai dari 0,05% dan aksesibilitas investasi dengan minimum transaksi hanya Rp2.000. Hal ini diharapkan mampu mendorong adopsi aset digital yang bertanggung jawab di pasar Indonesia yang dinamis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Harga Pangan Nasional 30 Januari Kompak Turun, Beras hingga Cabai Ikut Terkoreksi
-
Tokocrypto Cetak Rekor Transaksi Rp160 Triliun di 2025
-
AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya
-
Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026
-
Bank Jago Catat Pengguna Fitur Kantong Meningkat, Terbanyak dari Gen Z
-
Thomas Djiwandono Masuk BI Tapi Tak Ada Pengalaman Moneter: 1,5 Tahun Saya Wamenkeu, Silakan Lihat
-
Emas Antam Terperosok, Tapi Masih Dibanderol Rp 3,12 Juta/Gram
-
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
-
IHSG Anjlok, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri
-
Siapkan Dana Rp 5 T, Catat Jadwal BBCA Lakukan Buyback Saham