- AXA Mandiri meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD, produk dwiguna kombinasi berbasis USD pada awal 2026.
- Produk ini menawarkan Plan Protection (perlindungan jiwa 1.200% premi) dan Plan Saving (manfaat tunai berkala sejak tahun pertama).
- Peluncuran produk diiringi kampanye "Melangkah Pasti" untuk membantu nasabah mitigasi risiko finansial masa depan.
Suara.com - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sebagai produk terbarunya di awal tahun 2026.
Asuransi Mandiri Wealth Signature USD merupakan asuransi dwiguna kombinasi yang memiliki manfaat utama yaitu perlindungan jiwa dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Produk terbaru AXA Mandiri ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan pendidikan anak atau persiapan dana di masa pensiun hingga warisan bagi penerima manfaat.
Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda. Asuransi Mandiri Wealth Signature USD (Plan Protection) mengedepankan perlindungan jiwa yang diberikan dengan uang pertanggungan hingga 1.200 persen dari premi dasar tahunan.
Sedangkan sebagai bentuk perlindungan finansial, Asuransi Mandiri Wealth Signature USD (Plan Saving) merupakan produk asuransi dwiguna berbasis dolar Amerika Serikat pertama di market yang dapat memberikan manfaat tunai berkala sejak tahun ke-1 polis.
Sejalan dengan peluncuran produk terbaru ini, AXA Mandiri juga meluncurkan kampanye terbaru bertajuk Melangkah Pasti.
Kampanye ini mencerminkan komitmen AXA Mandiri untuk mendampingi nasabah agar dapat melangkah menuju masa depan dengan yakin, terlindungi, dan pasti, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh dinamika.
“AXA Mandiri meluncurkan produk berbasis dolar Amerika Serikat untuk membantu nasabah melangkah pasti di tahun baru ini," kata Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (31/1/2026).
Menurutnya, Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sangat cocok bagi nasabah yang mengutamakan kestabilan dalam perencanaan keuangannya.
Baca Juga: Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
Di sisi lain, dia menambahkan, produk ini juga membantu nasabah yang memerlukan kebutuhan solusi keuangan dalam bentuk USD di masa depan yang bermanfaat untuk pendidikan anak, persiapan masa pensiun hingga warisan bagi penerima manfaat.
"Karena secara historical nilai tukar dolar Amerika Serikat terus mengalami kenaikan, di mana dalam 10 tahun terakhir naik sekitar 16 persen," ungkap Handojo.
Hal senada disampaikan Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina.
Dia menyebut saat ini tekanan geopolitik global meningkat signifikan dengan berlangsungnya konflik antara negara-negara besar dunia. Dampaknya, volatilitas di pasar keuangan meningkat baik global maupun domestik.
”Dengan demikian, penting bagi pelaku pasar untuk selalu menerapkan manajemen risiko melalui strategi diversifikasi portfolio dan juga memanfaatkan berbagai instrumen keuangan untuk kebutuhan masa depan,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma, menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami situasi dan kondisi perekonomian nasional dan global, untuk mempersiapkan perencanaan finansial dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di kemudian hari.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami tantangan di tahun ini, serta peluang yang bisa kita optimalkan sebagai bentuk mitigasi risiko keuangan melalui Asuransi Mandiri Wealth Signature USD,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Dijual Rp 17.000, Daftar Kurs Dolar di Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA
-
Rupiah Masih Menguat, Dolar AS Lesu ke Level Rp16.862
-
Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M