- Rupiah melemah 0,26 persen pada Jumat, 30 Januari 2026, dibuka di Rp16.797 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh indeks dolar AS yang mengalami rebound dan sentimen risk off domestik.
- Yuan Tiongkok menguat, sementara mayoritas mata uang Asia lainnya, seperti Baht Thailand, mengalami pelemahan.
Suara.com - Nilai tukar mengalami pelemahan pada Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 16.797 per dolar AS
Dengan kondisi itu membuat, rupiah melemah 0,26 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.755 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.786 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Di mana, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,56 persen.
Disusul, yen Jepang yang anjlok 0,46 persen. Lalu, ada won Korea Selatan yang tertekan 0,36 persen dan dolar Taiwan yang turun 0,28 persen. Lalu dolar Singapura yang terdepresiasi 0,24 persen.
Diikuti ringgit Malaysia yang merosot 0,21 persen. Disusul, peso Filipina yang tergelincir 0,08 persen dan dolar Hongkong yang melemah 0,03 persen.
Sedangkan yuan China menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,04 persen terhadap the greenback.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah ini setelah indek dolar AS mengalami rebound.
"Rupiah ditutup terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas domestik terkait potensi downgrade MSCI dan Goldman Sachs," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menambahkan, IHSG masih di wilayah negatif membuat rupiah tertekan. Apalagi, tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar membuat investor masih perlu mencemati dampak dari perkembangan seputar MSCI dan geopolitik seputar ancaman Trump pada Iran.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global
"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI kemaren. Range Rp 16.700 - Rp 16.800," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
IHSG Anjlok, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri
-
Siapkan Dana Rp 5 T, Catat Jadwal BBCA Lakukan Buyback Saham
-
IHSG Rebound Pagi Ini, 500 Saham Menghijau
-
Melimpah di Gudang, Mahal di Piring: Mengapa Harga Beras RI Begitu Mahal?
-
Taspen Bayarkan Klaim Bagi Korban Pesawat ATR
-
Bos GoTo: Kalau Mitra Enggak Sehat, Bisnis Enggak Tumbuh!
-
Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara
-
HSBC Indonesia Perluas Wilayah Wealth Center untuk Nasabah Kelas Atas
-
Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera