- Tommy Soeharto telah menyelesaikan divestasi seluruh saham langsungnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) pada 30 Januari 2026.
- Divestasi saham HITS oleh Tommy Soeharto senilai sekitar Rp288,8 miliar dilakukan saat perusahaan berstatus menjadi perusahaan tertutup (go private).
- HITS mencatat pendapatan naik, namun laba bersih anjlok akibat peningkatan beban operasional signifikan per September 2024.
Suara.com - Hutomo Mandala Putra atau yang lebih akrab disapa Tommy Soeharto, secara resmi telah melepas seluruh kepemilikan saham langsungnya di emiten pelayaran PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS).
Langkah strategis ini menandai berakhirnya era kepemilikan langsung putra bungsu Presiden ke-2 RI tersebut di perusahaan logistik laut yang sempat lama dikelolanya.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada 2 Februari 2026, aksi divestasi ini telah dituntaskan pada 30 Januari 2026. Dengan selesainya transaksi tersebut, porsi saham langsung Tommy Soeharto di HITS kini resmi menjadi nol persen.
Transaksi Bernilai Ratusan Miliar
Aksi korporasi ini melibatkan volume saham yang sangat besar dengan nilai transaksi yang fantastis. Berikut adalah rincian teknis dari pelepasan saham tersebut:
Jumlah Saham: 738.692.651 lembar.
Persentase Hak Suara: 10,40 persen dari total modal disetor.
Harga Pelaksanaan: Rp391 per saham.
Total Nilai Transaksi: Estimasi mencapai Rp288,8 miliar.
Baca Juga: OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
Manajemen HITS menegaskan bahwa pelepasan saham ini merupakan murni bagian dari strategi investasi personal dan bukan merupakan indikator melemahnya fundamental internal perusahaan.
Namun, pada tanggal yang sama, pemegang saham utama lainnya, PT Humpuss, juga melakukan aksi serupa dengan melepas sekitar 3,04 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp152 per saham.
Langkah divestasi besar-besaran ini terjadi setelah HITS resmi melakukan delisting sukarela dan berubah status menjadi perusahaan tertutup (go private).
Keputusan ini sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2025.
Dalam proses tersebut, PT Joyo Agung Permata bertindak sebagai pelaksana tender offer dengan harga penawaran Rp330 per saham bagi pemegang saham publik.
Meskipun pendapatan perusahaan menunjukkan tren positif, HITS menghadapi tantangan serius dalam pengendalian beban operasional.
Berita Terkait
-
Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
Petinggi Borong Saham BBCA saat Harga Diskon, Berapa Targetnya?
-
IHSG Masih Terjungkal pada Selasa Pagi ke Level 7.888
-
OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau
-
Profil PT Joyo Agung Permata, Entitas di Balik Delisting HITS Milik Tommy Soeharto
-
Hashim Sebut 4 Perusahaan Protes ke Prabowo Soal Izinnya Dicabut
-
Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini
-
KB Bank Dorong Wirausaha Muda Berkelanjutan lewat Program Inkubasi GenKBiz Yogyakarta
-
Prabowo Luncurkan Proyek 'Gentengisasi', Biaya Ditanggung APBN
-
Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen
-
Harga Pangan Nasional Didominasi Penurunan Awal Februari 2026, Beras dan Bawang Merah Terkoreksi
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG