- Saham BBCA melemah di perdagangan Selasa (3/2/2026) hingga menyentuh Rp7.450 per lembar akibat tekanan jual signifikan.
- Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja, menambah kepemilikan saham sebanyak 67.000 lembar pada harga yang sama.
- Manajemen BCA telah menyiapkan rencana pembelian kembali saham (buyback) maksimal Rp5 triliun selama 12 bulan.
Suara.com - Pergerakan saham raksasa perbankan swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dibuka bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan sesi pertama, Selasa (3/2/2026).
Hingga pukul 09.14 WIB, saham emiten berkode BBCA ini terpangkas 1,97% menuju level Rp7.450 per lembar saham.
Berdasarkan data pasar, aktivitas transaksi BBCA cukup masif dengan volume mencapai 54,55 juta saham dan nilai transaksi menembus Rp410 miliar.
Namun, tekanan jual dari investor tampak mendominasi, di mana BBCA mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp156,3 miliar, angka tertinggi dibandingkan saham lainnya di bursa pagi ini.
Saat saham BBCA melemah ini, ada beberapa kalangan yang 'nyerok'. Salah satunya Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja yang dilaporkan kembali menambah kepemilikan sahamnya di bank milik Grup Djarum tersebut.
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jahja melakukan pembelian sebanyak 67.000 lembar saham pada harga Rp7.450 per saham.
Dengan total kocek sekitar Rp499,15 juta, kepemilikan saham Jahja kini meningkat dari 34.933.644 menjadi 35.000.644 lembar saham. Meskipun porsi sahamnya bertambah, hak suaranya tetap stabil di level 0,03 persen.
Aksi ini menarik perhatian karena dilakukan tepat setelah saham BBCA mencatatkan penguatan tiga hari berturut-turut pada pekan sebelumnya, termasuk net buy asing senilai Rp439,5 miliar pada perdagangan Senin kemarin.
Rencana Buyback Rp5 Triliun
Baca Juga: Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral
Di tengah volatilitas pasar, manajemen BCA telah menyiapkan langkah strategis berupa pembelian kembali saham (shares buyback) dengan nilai fantastis, yakni maksimal Rp5 triliun.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini bertujuan untuk:
- Mendukung stabilitas pasar modal nasional.
- Memperkuat kepercayaan investor global dan domestik.
- Memberikan imbal hasil (return) yang lebih optimal bagi pemegang saham.
Rencana buyback ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, terhitung setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 12 Maret 2026.
Bagi para pelaku pasar, pergerakan BBCA saat ini berada di area yang cukup krusial. Kiwoom Sekuritas dalam riset teknikalnya pagi ini menetapkan beberapa level penting sebagai acuan trading:
Resistensi: Target penguatan terdekat berada di 7.750 (R1) dan selanjutnya di 7.800 (R2).
Support: Area pertahanan pertama di 7.475 (S1) dan pertahanan kedua di 7.250 (S2).
Berita Terkait
-
IHSG Masih Terjungkal pada Selasa Pagi ke Level 7.888
-
OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
-
Pandu Sjahrir: Saham Gorengan Bikin Investor Asing Ragu Masuk RI
-
IHSG Hari Ini: Sentimen Positif MSCI dan Bursa Saham Dunia yang 'Kebakaran'
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Bocah 10 Tahun di Gunungkidul Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua, Relawan Prabowo Turun Tangan
-
Daftar Promo Tiket Whoosh Selama Mudik Lebaran, Diskon hingga Rp 100.000
-
Momen Ramadan Dimanfaatkan Pengembang untuk Dongkrak Penjualan Properti
-
Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni
-
Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?
-
Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi
-
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara
-
Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026
-
10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik
-
Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil