- Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menjadi sentimen pelemahan rupiah.
- Faktor domestik seperti aliran modal asing keluar dan kebutuhan valas korporasi turut menekan rupiah.
- Pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi faktor global seperti tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui, kabar Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI, salah satu sentimen rupiah merosot akhir-akhir ini.
Selain itu, menurut Perry, perkembangan nilai tukar ini dipengaruhi fkator global dan domestik.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah yang terus anjlok berturut-turut, hingga ke level Rp 16.938 per dolar AS.
"Ada faktor domestik aliran modal asing keluar juga kebutuhan valas yang besar sejumlah korperasi Pertamina, PLN dan Danantara lalu persepsi pasar terhadpa kondisi fiskal dan proses pencalonan deputi gubernur BI sesuai dengan UUD tata kelola dan tidak mempengaruhi kewenanga BI yang profesional," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).
Selain domestik, faktor eksternal juga mempengaruhi pergerakan niliar tukar rupiah. Salah satunya tensi geopolitik hingga perang dagang.
"Seperti tadi kami sampaikan faktor gloval dengan kondisi global geopolitik tarif kebijakan tarif Amerika dan juga tinggi US Traesury Yield dan Fed Fund Rate turun disamping kondisi lain menyebabkan dolar AS menguat dan aliran modal keluar ke negara maju termasuk Amerika Serikat," jelasnya.
Perry menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah juga terjadi di beberapa negara. BI pun tidak segan segan untuk intervensi dalam menstabilkan rupiah.
"Kami jaga stabilitas niliai tukar rupiah dan menguat didukung fundamental ekonomi yang kuat dengan inflasi rendah dan prosespek ekonomi membaik," pungkasnya.
Baca Juga: Bos BI Tak Mau Ikut Campur Soal Pencalonan Deputi Gubernur BI
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Daftar Harga Sewa iPhone di Jogja: Mulai Rp110 Ribu, Bisa Bikin Konten Estetik Seharian
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
5 Aplikasi Cek Kulit Gratis, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya Sesuai Jenis Kulit
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
3 Moisturizer Mochi Skin Terbaik untuk Bikin Kulit Kenyal dan Cerah
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
134 Karya Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Lomba Fotografi Awan Cerah 2026 di TIM
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
Review Jujur Drunken Molen: Humor Absurd yang Diam-Diam Menertawakan Hidup
-
Bos Whip Pink Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Bareskrim Bongkar Bisnis Gas Tertawa Ilegal